Ribuan Warga hingga Anak Sekolah Masih Terisolir Imbas Jembatan Ambruk di Desa Leling Tommo

- Penulis

Jumat, 8 November 2024 - 15:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id MAMUJU – Sebanyak tiga Desa Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih terisolir selama 17 hari pasca ambruknya jembatan kobe di Desa Leling, Tommo, beberapa waktu lalu.

Tiga desa itu yakni Desa Leling Induk, Desa Leling Barat dan Desa Leling Utara, total warga terisolir sebanyak 5000 jiwa.

Akibatnya warga di tiga desa tersebut sulit keluar dari perkampungan untuk membeli bahan pokok sembako untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan pasar yang berada di Desa Leling Induk itu sudah berhenti beroperasi karena kondisi jembatan yang belum bisa dilalui.

Mantan Kepala Desa Leling Induk Alimin mengatakan, warga di desa terdampak bencana sangat terisolir mereka sulit keluar untuk membeli bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terutama anak-anak sekolah ini susah karena harus mengeluarkan biaya Rp 20 ribu per hari, mereka harus sewa rakit,” ungkap Alimin, Jumat (8/11/2024).

Alimin menuturkan, masyarakat di desa terdampak sangat resah karena harus mengeluarkan biaya banyak jika ingin keluar kampung.

Seharusnya, pemerintah Kabupaten Mamuju menyediakan rakit gratis untuk mengurangi biaya warga, apalagi anak-anak sekolah.

Namun, sampai saat ini warga merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah secara menyeluruh.

“Mereka harus bayar pincara (rakit) Rp 10 ribu untuk motor jadi pulang balik Rp 20 ribu. Sedangkan untuk orang Rp 5 ribu,” bebernya.

Lanjut Alimin, kalau kondisi hujan deras air sungai kembali meluap dengan terpaksa akses mobilitas rakit dihentikan untuk sementara.

“Kalau naik lagi air yah tidak bisa lagi melintas, nanti surut air tidak bisa lewat. Jadi memang serba susah kalau tidak ada jembatan darurat,” pungkasnya.

Sebelumnya, banjir melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), usai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Bencana ini mengakibatkan jembatan penghubung 3 desa di Kecamatan Tommo ambruk sehingga membuat warga terisolir.

Berita Terkait

Sekomandi Revival Dorong Regenerasi Budaya melalui Pemberdayaan Remaja Kalumpang
PLN Kerahkan 230 Lebih Petugas Teknik, Pemeliharaan Infrastruktur Listrik di Sulawesi Bagian Selatan Dipercepat
Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day
Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS
Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu
Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen
Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:55 WITA

Sekomandi Revival Dorong Regenerasi Budaya melalui Pemberdayaan Remaja Kalumpang

Rabu, 2 September 2026 - 15:31 WITA

PLN Kerahkan 230 Lebih Petugas Teknik, Pemeliharaan Infrastruktur Listrik di Sulawesi Bagian Selatan Dipercepat

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:49 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:59 WITA

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:34 WITA

Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS

Berita Terbaru

Uncategorized

Kolaborasi dengan Warga, PT Letawa Tuntaskan Perbaikan Jalan Lariang

Senin, 12 Okt 2026 - 11:13 WITA