Suarasulbar.id, Mamuju — Awal tahun 2025 dibuka dengan kabar kurang menggembirakan bagi sektor pertanian di Sulawesi Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Januari 2025 sebesar 154,26, atau turun 2,54 persen dibandingkan Desember 2024 (158,28). Penurunan ini menjadi indikator melemahnya daya beli petani dan potensi tekanan terhadap pendapatan mereka.
Menurut Kepala BPS Sulbar, M. La’bi, S.Si, MM, penurunan NTP ini dipicu oleh dua faktor utama, pertama turunnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 2,47 persen ke level 186,49, menandakan harga jual hasil pertanian melemah, dan kedua Naiknya indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,07 persen menjadi 120,90, yang berarti beban konsumsi dan biaya produksi petani meningkat.
“Situasi ini menunjukkan tekanan serius pada petani, karena pendapatan dari hasil pertanian menurun, sementara pengeluaran justru naik. Jika tren ini berlanjut, akan berdampak pada produksi dan keberlanjutan usaha tani,” ujar La’bi.
Penulis : Muhammad Taufiq Hidayat












