Gubernur Sulbar dan Ketua Percasi Lakukan Eksebisi Catur Jelang Launching Maskot Kejurnas 2025

- Penulis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sulbar, H. Jayadi, melakukan pertandingan eksebisi catur di kediaman Gubernur di Jalan Husni Thamrin, Simpang Lima Mamuju, Senin (8/10/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan launching maskot Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2025 yang akan digelar di Sulawesi Barat.

Ketua Pengprov Percasi Sulbar, H. Jayadi, menyampaikan bahwa panitia tengah mematangkan persiapan launching maskot Kejurnas Catur yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2025.

“Panitia telah melapor kepada Gubernur Sulbar, dan alhamdulillah beliau menyambut baik serta memberikan dukungan penuh,” ujar Jayadi.

Ia menambahkan, Kejurnas Catur 2025 akan digelar pada November mendatang di Mamuju. Menurutnya, launching maskot menjadi simbol semangat dan perjuangan, sekaligus momentum untuk menggerakkan partisipasi seluruh pihak agar perhelatan nasional tersebut berjalan sukses.

“Dukungan semua pihak sangat kami harapkan demi kesuksesan Kejurnas dan Rakernas yang akan dipusatkan di Mamuju, Sulawesi Barat,” kata Jayadi.

Sementara itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan, pemerintah provinsi siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kejurnas Catur 2025. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, termasuk sektor kuliner dan pariwisata Sulawesi Barat.

“Pemerintah akan mendukung penuh agar para atlet dan tamu yang datang mendapat pelayanan terbaik. Ini juga kesempatan untuk memajukan dan memperkenalkan Sulbar,” ujar Suhardi Duka, yang akrab disapa SDK.

Dalam kesempatan itu, SDK juga menyoroti rencana penggunaan burung endemik Maleo sebagai maskot Kejurnas. Ia menilai, burung Maleo merupakan simbol kearifan lokal dan kekayaan hayati Sulawesi Barat yang harus dilestarikan.

“Saya berharap Burung Maleo dijadikan simbol kebanggaan dan kekayaan nusantara. Dulu burung ini sering diburu, tapi sekarang harus kita jaga agar tetap berkembang biak,” tandasnya. (rls)

Berita Terkait

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Karo Pemkesra: Mempererat Silaturahmi dan Kolaborasi
Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026, Sekprov Junda Maulana Dorong Ekonomi Syariah Dimulai dari Keluarga
Karo Pemkesra Turut Hadir Audiensi di DPR RI, Bahas Percepatan Pembentukan Kota Mamuju
GARATTA TBC Diluncurkan di Majene, Sekda Sulbar Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multistakeholder
Pemkesra Sulbar Terima Kunjungan PT Jamkrindo, Bahas Pelaksanaan TJSL Jamkrindo
Pemprov Sulbar Gelar Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK: 1448 H Insyaallah Lebih Baik dan Longgar
Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33% di Triwulan I, Gubernur SDK: Masih di Bawah Target 6%, Perlu Kerja Keras
Gubernur SDK Ultimatum Perusahaan Sawit: Kalau Ada Perintah Pusat, Saya Cabut Izinnya, Harga TBS Tak Wajar

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:26 WITA

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Karo Pemkesra: Mempererat Silaturahmi dan Kolaborasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:14 WITA

Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026, Sekprov Junda Maulana Dorong Ekonomi Syariah Dimulai dari Keluarga

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:28 WITA

Karo Pemkesra Turut Hadir Audiensi di DPR RI, Bahas Percepatan Pembentukan Kota Mamuju

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:30 WITA

GARATTA TBC Diluncurkan di Majene, Sekda Sulbar Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multistakeholder

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:35 WITA

Pemkesra Sulbar Terima Kunjungan PT Jamkrindo, Bahas Pelaksanaan TJSL Jamkrindo

Berita Terbaru