Lintas Mamuju, Kiat Keras Merawat Akal Sehat dari Bedah Teror Moral

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 06:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, Suarasulbar.id – Di sebuah ruang teater sederhana di kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju, cahaya lampu jatuh lembut ke barisan kursi yang ditempati para mahasiswa. Rabu sore, 19/11/25.

Ruangan itu tak sekadar menjadi tempat berkumpul ia menjelma menjadi ruang dialektika, ruang di mana kata-kata kembali diberi nilai, dan peradaban kembali dicoba untuk dinyalakan.

Di panggung kecil di depan, Ray Akbar Ramadhan berdiri dengan tenang.

Ia bukan sekadar pembicara, melainkan representasi dari kegelisahan banyak anak muda yang sadar bahwa literasi perlahan kehilangan peminat.

Forum Literasi Kritis yang digelar Lingkar Literasi Intensif sore itu adalah upaya kecil namun bermakna untuk membalik keadaan.

Saat ditemui usai kegiatan, Ray menjelaskan bahwa forum tersebut memang diproyeksikan untuk menarik kembali minat baca mahasiswa sesuatu yang, menurutnya, semakin redup di tengah gempuran distraksi digital.

“Tujuan pertama tentu untuk meningkatkan minat baca mahasiswa,” katanya pelan, namun tegas.

Ia juga ingin memastikan bahwa mahasiswa mengetahui bahwa Perpustakaan Kabupaten Mamuju kini telah jauh lebih siap menjadi rumah pengetahuan.

“Layanan buku sudah bagus, koleksinya memadai. Banyak buku bisa jadi referensi untuk menyelesaikan studi,” ujarnya.

Namun di luar itu semua, ada tujuan yang jauh lebih penting, membangkitkan daya kritis.

“Mahasiswa tidak boleh hanya hidup di kampus,” lanjut Ray.

“Ia harus mampu membaca realitas sosial, menelisik luka-luka peradaban, lalu menjadikannya objek gerakan. Di situlah intelektualitas mendapatkan bentuknya.”

Pemilihan novel Teror Moral karya Ongky Arista UA sebagai bahan bedah buku bukan keputusan sembarangan.

Ray menilai bahwa isi buku tersebut sangat dekat dengan situasi mahasiswa masa kini mereka yang sering terseret ke dalam romantisme hubungan personal hingga mengabaikan tanggung jawab yang lebih besar.

“Banyak mahasiswa terjebak pada romantisme kehidupan. Padahal tanggung jawab mereka tidak berhenti di situ,” ujarnya.

“Ada ekspresi gerakan intelektual, gerakan mengawal masyarakat, serta kemampuan mengontrol kebijakan yang menampar wajah rakyat.”

Novel itu menjadi cermin kadang menyakitkan, tetapi perlu.

Sebuah pengingat bahwa generasi muda bukan hanya pewaris gelar, melainkan penjaga moral sosial.

Di akhir perbincangan, Ray menyampaikan pesan yang terasa lebih luas dari sekadar kegiatan sore itu.

Pesan yang seolah ingin menyentuh setiap anak muda di Mamuju, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia.

“Mari kita bergerak menyalakan api peradaban ini lewat literasi. Tidak ada jalan lain selain meningkatkan kualitas pengetahuan agar kita melihat peradaban secara objektif bukan terjebak sensasi emosionalitas.” Ujarnya

Di luar ruang teater, senja Mamuju mulai meredup.

Namun, di dalam kepala para peserta, mungkin ada percikan cahaya kecil yang baru saja menyala sebuah inspirasi bahwa membaca dan berpikir kritis bukan sekadar aktivitas, tetapi sebuah perlawanan terhadap ketidaktahuan.

Sebuah langkah kecil menuju peradaban yang lebih terang.

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day
Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS
Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu
Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen
Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar
KOMARA Guncang Kesadaran Sejarah, Mamuju Heritage Forum 2026 Jadi Tonggak Merawat Identitas Mamuju
PT Jamkrindo Cabang Mamuju Salurkan Bantuan TJSL ke SDN 040 Bunu Polewali Mandar

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:49 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:59 WITA

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:34 WITA

Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:00 WITA

Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:04 WITA

Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA