Suarasulbar.id, Mamuju — Kekosongan kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat pasca wafatnya almarhum Salim S Mengga mulai memunculkan berbagai spekulasi politik di ruang publik. Sejumlah nama digadang-gadang layak mengisi posisi strategis tersebut, bahkan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai kalangan, mulai dari elit politik hingga obrolan santai di warung kopi.
Salah satu nama yang mulai mencuat adalah Jalaluddin, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat.
Kemunculan nama Jalaluddin tidak lepas dari dorongan internal partai. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS memberi sinyal kuat agar kader partai didorong maju sebagai kandidat Calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Di tingkat daerah, Ketua DPW PKS Sulawesi Barat, Yuki Permana, ST, mengungkapkan bahwa PKS memiliki legitimasi politik untuk mengusulkan nama calon wakil gubernur. Hal itu karena PKS merupakan salah satu partai pengusung pasangan Suhardi duka – Salim S Mengga (SDK–JSM) pada Pilkada sebelumnya.
“PKS tentu memiliki hak untuk mengusulkan satu nama sebagai kandidat wakil gubernur. Namun sampai saat ini kami belum menetapkan siapa yang akan diusung,” ujar Yuki Permana.
Menurutnya, DPW PKS Sulbar masih akan menggelar rapat internal partai untuk membahas secara matang figur yang dinilai paling tepat untuk diusulkan.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat internal partai untuk menentukan kandidat yang akan diusung,” katanya.
Yuki menegaskan, PKS memiliki sejumlah kriteria dalam menentukan figur yang akan diusulkan. Sosok tersebut harus memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta mampu menempatkan kepentingan masyarakat Sulawesi Barat sebagai prioritas utama.
“Kami tentu akan melihat beberapa nama yang berpotensi. PKS juga memiliki kader-kader yang akan kami kaji peluangnya,” jelasnya.
Sementara itu, sinyal dari DPP PKS yang mendorong kader partai untuk maju sebagai kandidat calon wakil gubernur semakin memperkuat kemungkinan munculnya figur dari internal PKS dalam bursa pengganti almarhum Salim S Mengga.
Di tengah dinamika tersebut, masyarakat Sulawesi Barat kini menunggu arah politik partai-partai pengusung serta keputusan resmi yang akan menentukan siapa sosok yang dinilai layak melanjutkan amanah di kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat.
Kekosongan jabatan ini pun diprediksi akan terus menjadi topik hangat dalam percakapan politik lokal, seiring munculnya berbagai nama yang dianggap memiliki peluang dan kapasitas untuk mendampingi gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan di Sulawesi Barat.












