Suarasulbar.id, MAMUJU – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sulawesi Barat (Sulbar) melangsungkan Musyawarah Wilayah I di Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Asrama Haji Mamuju, Kompleks BTN Graha Nusa, Mamuju, Senin-Selasa, 30-31 Desmber 2024.
Muswil ke I APRI Sulbar ini mengangkat tema “Penguatan eran Penghulu dalam Mewujudkan Pelayanan Masyarakat yang berintegritas dan Berkualitas.”
Dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) H Adnan Nota.
Dalam musyawarah tersebut Rusmin Saleh ditetapkan sebagai Ketua Formatur APRI Sulbar.
Demisioner Ketua APRI Sulbar H Yusbar menyampaikan, selama menjabat periodenya empat tahun di APRI Sulbar masih banyak hal-hal yang mesti dibenahi terutama dalam penguatan pondasi organisasi yang masih terbilang muda.
“Kami sadar bahwa dalam menahkodai APRI yang baru lahir ini, butuh perjuangan untuk melakukan penguatan pondasi awal, yang penuh rintangan, terutama meyakinkan teman-teman terkait kewajiban-kewajiaban yang tertuang di AD ART APRI,” Kata Penghulu Madya Kepala KUA Kecamatan Sampaga ini kepada wartawan, Selasa (31/12/2024).
Yusbar menitipkan pesan kepada pengurus baru, agar APRI Sulbar bisa menghasilkan Keputusan startegis dan Konstruktif, serta dapat meningikatkan kulitas pelayanan dan pengembangan kepada lapisan masyarakat.
Kemudian dalam Muswil kali ini, bisa menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran penghulu sebagai pelayan masyarakat yang profesional, toleran, dan inklusif.
Selain itu, juga mendorong kontribusi penghulu dalam membangun Indonesia yang lebih maju khususnya di Sulbar.
“Kemudian yang selalu didengungkan pimpinan kita, saya sampaikan bahwa,mari kita menjaga integritas penghulu dengan menghindari gratifikasi. Selain itu juga memastikan profesionalisme dalam tugas, serta menghormati perbedaan,” ujar pria bergelar S.Ag., MA itu.
Yusbar juga menyampaikan, untuk pengurus baru terpilih sedapat mungkin memperkuat solidaritas dan kebersamaan, serta meningkatkan kualitas keilmuan dan profesionalisme para penghulu di SulBar.
“Sehingga dengan demikian, dapat semakin dipercaya oleh masyarakat dan instansi kita saat menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai penghulu,” harapnya.(*)












