Gas 3 Kg Langka, Rakyat Menjerit, Pertamina Gagal Lindungi Hak Masyarakat Kecil

- Penulis

Minggu, 6 Juli 2025 - 14:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id, Mamuju — Di tengah himpitan ekonomi, masyarakat Mamuju kembali dipaksa menelan pil pahit kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang kian menjadi-jadi. Tabung subsidi berwarna hijau, yang seharusnya menjadi hak warga berpenghasilan rendah, kini seolah menjadi barang mewah di pasaran.

“Sudah beberapa hari gas susah dicari. Kalau pun ada di pengecer, harganya tembus Rp40 ribu. Ini sangat memberatkan,” keluh Fajar, pekerja warung kopi di Mamuju, kepada Suarasulbar.id, Ahad, 6/7/25.

Kelangkaan ini bukan peristiwa baru. Ia berulang seperti siklus tanpa solusi, menyisakan tanda tanya besar, ke mana peran dan tanggung jawab Pertamina? Sebagai entitas negara yang diberi mandat mengelola distribusi energi, Pertamina justru dinilai gagal menjamin ketersediaan gas bersubsidi yang merata dan tepat sasaran.

Gas 3 kg yang disubsidi negara untuk masyarakat miskin justru lebih banyak ditemukan di tangan pengecer dengan harga tinggi. Sementara pangkalan resmi kerap kosong atau hanya bisa melayani segelintir orang. Celah ini membuka ruang lebar bagi permainan mafia distribusi.

“Pertamina tidak boleh bersembunyi di balik dalih tambahan kuota. Yang dibutuhkan rakyat adalah distribusi yang adil dan pengawasan yang ketat,” tegas Rozi, aktivis pemuda Mamuju.

Ia menilai Pertamina telah lalai dan tak lagi peka terhadap jeritan masyarakat kecil. “Kami prihatin dan marah. Ini bukan hanya soal logistik, tapi soal nyawa usaha kecil dan dapur keluarga miskin. Jika negara tidak hadir, maka kami yang akan bersuara lantang,” tegasnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Mamuju, Andi Acce Tenrisaung, mengakui keterbatasan wewenang mereka.

“Pengawasan barang penting itu ranah provinsi. Tapi kami tetap memantau. Kami juga sudah koordinasi dengan Pertamina dan katanya tambahan distribusi 3.360 tabung sudah disalurkan,” ujarnya.

Namun masyarakat menilai itu tidak cukup. Tambahan tabung tak pernah dirasakan langsung oleh warga, karena selalu berakhir di tangan pengecer.

Kelangkaan yang terus berulang ini hanya memperkuat satu kesimpulan, sistem distribusi gas subsidi di bawah kendali Pertamina telah gagal. Bukan hanya gagal teknis, tapi gagal moral karena membiarkan kebutuhan rakyat kecil dijadikan komoditas dagangan segelintir pihak.

Rakyat tak butuh janji. Rakyat butuh perubahan. Sudah waktunya Pertamina diaudit secara menyeluruh. Siapa yang bermain di belakang rantai distribusi ini, Mengapa tidak pernah ada sanksi tegas bagi agen dan pangkalan nakal.

Penulis : Muhammad Taufiq Hidayat

Sumber Berita : Rozi aktifis Mamuju

Berita Terkait

Sekomandi Revival Dorong Regenerasi Budaya melalui Pemberdayaan Remaja Kalumpang
PLN Kerahkan 230 Lebih Petugas Teknik, Pemeliharaan Infrastruktur Listrik di Sulawesi Bagian Selatan Dipercepat
Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day
Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS
Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu
Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen
Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:55 WITA

Sekomandi Revival Dorong Regenerasi Budaya melalui Pemberdayaan Remaja Kalumpang

Rabu, 2 September 2026 - 15:31 WITA

PLN Kerahkan 230 Lebih Petugas Teknik, Pemeliharaan Infrastruktur Listrik di Sulawesi Bagian Selatan Dipercepat

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:49 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:59 WITA

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:34 WITA

Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS

Berita Terbaru

Uncategorized

Kolaborasi dengan Warga, PT Letawa Tuntaskan Perbaikan Jalan Lariang

Senin, 12 Okt 2026 - 11:13 WITA