Pembangunan 2027 Sulbar Dipetakan, Stunting dan Layanan Publik Jadi Fokus

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 18:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mulai memetakan arah pembangunan daerah untuk tahun 2027. Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah penanganan stunting serta penguatan gizi balita.

Hal itu dibahas dalam Forum Bupati se-Sulawesi Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur, didampingi Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, di Ruang Rapat Oval Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026).

Forum ini menjadi ruang konsolidasi penting antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam merumuskan prioritas pembangunan yang nantinya akan dituangkan dalam dokumen RKPD dan RAPBD.

Selain stunting, arah pembangunan juga mencakup penguatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan kualitas layanan publik di seluruh wilayah Sulbar.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penguatan pemantauan gizi balita menjadi langkah krusial dalam percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, Posyandu harus kembali dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini masalah gizi di masyarakat.

“Pemantauan pertumbuhan dan status gizi balita harus diperkuat. Posyandu punya peran penting dalam memastikan anak-anak kita terpantau sejak dini,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan masih ada tantangan di lapangan. Dari total 106.746 balita di Sulawesi Barat, baru sekitar 77.828 balita yang ditimbang hingga Februari 2026, atau sekitar 72,91 persen.

Angka ini menandakan masih adanya kesenjangan dalam cakupan pemantauan yang berpotensi menghambat deteksi dini kasus gizi kurang maupun stunting.

Karena itu, diperlukan penguatan peran kader, peningkatan partisipasi masyarakat, serta dukungan lintas sektor agar seluruh balita dapat terpantau secara rutin.

Sementara itu, Gubernur Suhardi Duka menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menjawab tantangan pembangunan, terutama di sektor kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah menjadi kunci untuk mencapai target yang telah kita tetapkan,” tegasnya.

Melalui forum ini, pemerintah provinsi mendorong komitmen bersama seluruh kabupaten untuk memperkuat intervensi di sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Rls)

Berita Terkait

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Karo Pemkesra: Mempererat Silaturahmi dan Kolaborasi
Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026, Sekprov Junda Maulana Dorong Ekonomi Syariah Dimulai dari Keluarga
Karo Pemkesra Turut Hadir Audiensi di DPR RI, Bahas Percepatan Pembentukan Kota Mamuju
GARATTA TBC Diluncurkan di Majene, Sekda Sulbar Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multistakeholder
Pemkesra Sulbar Terima Kunjungan PT Jamkrindo, Bahas Pelaksanaan TJSL Jamkrindo
Pemprov Sulbar Gelar Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK: 1448 H Insyaallah Lebih Baik dan Longgar
Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33% di Triwulan I, Gubernur SDK: Masih di Bawah Target 6%, Perlu Kerja Keras
Gubernur SDK Ultimatum Perusahaan Sawit: Kalau Ada Perintah Pusat, Saya Cabut Izinnya, Harga TBS Tak Wajar

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:26 WITA

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Karo Pemkesra: Mempererat Silaturahmi dan Kolaborasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:14 WITA

Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026, Sekprov Junda Maulana Dorong Ekonomi Syariah Dimulai dari Keluarga

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:28 WITA

Karo Pemkesra Turut Hadir Audiensi di DPR RI, Bahas Percepatan Pembentukan Kota Mamuju

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:30 WITA

GARATTA TBC Diluncurkan di Majene, Sekda Sulbar Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multistakeholder

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:35 WITA

Pemkesra Sulbar Terima Kunjungan PT Jamkrindo, Bahas Pelaksanaan TJSL Jamkrindo

Berita Terbaru