Wagub Sulbar Hadiri Sosialisasi Hilirisasi Kelapa Dalam, Tegaskan Pentingnya Industri Bernilai Tambah

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 12:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJENE –Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menghadiri kegiatan Sosialisasi Hilirisasi Kelapa Dalam, Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan komoditas kelapa dalam agar tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan mampu memberikan nilai tambah melalui industri pengolahan.

Acara yang berlangsung di kantor camat Malunda, kabupaten Majene tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari
jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar, pelaku usaha, perwakilan asosiasi petani kelapa, hingga sejumlah investor yang tertarik untuk berinvestasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulbar menekankan bahwa kelapa dalam merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi besar dan selama ini menjadi sumber penghidupan bagi ribuan petani di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Namun, kata dia, pengelolaan kelapa masih didominasi penjualan bahan mentah sehingga nilai ekonominya tidak maksimal.

“Kita tidak boleh hanya berhenti pada menjual kelapa dalam bentuk butiran atau kopra. Potensi kita sangat besar untuk masuk ke tahap hilirisasi, mengolah menjadi produk bernilai tinggi seperti minyak kelapa, sabut kelapa, arang aktif, hingga turunannya yang sangat diminati pasar internasional,” ujar Wagub.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung melalui kebijakan yang berpihak kepada petani, memberikan pelatihan keterampilan, akses teknologi, serta memfasilitasi kemitraan dengan investor.

Menurutnya, Sulawesi Barat memiliki areal perkebunan kelapa dalam yang sangat luas, tersebar di seluruh kabupate . Produksi kelapa dari daerah-daerah ini diharapkan bisa menjadi bahan baku utama bagi industri pengolahan dalam skala besar.

Lebih jauh, Wakil Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya fokus pada industri pengolahan, tetapi juga pada sistem pendukungnya, terutama sektor transportasi dan logistik. Menurutnya, pelabuhan Palipi akan dioptimalkan kembali secara maksimal agar mampu melayani distribusi produk hilirisasi kelapa dalam, baik ke pasar domestik maupun ekspor.

“Pelabuhan adalah pintu keluar hasil produksi kita. Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen untuk mengfungsikan kembali fungsi pelabuhan secara maksimal, sehingga kelapa dalam dan produk turunannya bisa langsung kita ekspor dari daerah tanpa harus melalui jalur panjang. Ini tentu akan mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan investor yang hadir, mengaku melihat peluang besar dalam industri hilirisasi kelapa di Sulbar. Menurutnya, kebutuhan pasar ekspor untuk produk turunan kelapa sangat tinggi, mulai dari virgin coconut oil (VCO), briket arang, hingga serat sabut untuk kebutuhan industri furnitur dan otomotif.

Para petani yang hadir pun menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Mereka berharap pemerintah benar-benar serius dalam membuka akses pasar dan memberikan pelatihan agar petani bisa naik kelas, tidak lagi hanya bergantung pada tengkulak atau penjualan kopra.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani. Diskusi itu membahas peluang investasi, strategi pengembangan produk turunan, serta langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem industri kelapa dalam yang berkelanjutan di Sulbar.

Dengan adanya dorongan kuat dari pemerintah dan minat besar investor, hilirisasi kelapa dalam diharapkan menjadi salah satu sektor andalan baru bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat ke depan.

Berita Terkait

Gubernur SDK temui Menteri KKP, Sulbar Peroleh Dukungan Program Strategis untuk Nelayan dan Budidaya Perikanan
DKP Sulbar Perkuat Strategi Pengembangan Industri Rumput Laut Berkelanjutan pada Forum Internasional PAIR Annual Meeting 2026
Dinas ESDM Sulbar Terima Kunjungan RRI, Jelaskan Pelaksanaan Program LHM 2026
Registrasi Kartu SIM Dengan Biometrik Berlaku, KominfoSS Sulbar Imbau Masyarakat Waspadai Modus Aktivasi Menggunakan Wajah Penjual
Pemprov Sulbar Bersama BPJS Perkuat Sinergi Layanan JKN melalui Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan
Sekda Sulbar Luruskan Isu PPPK Dirumahkan, Sebut Kebijakan WFA Berhasil Direspons Pemerintah Pusat
Kabid Minerba Terima Kunjungan BPKP RI Perwakilan Sulbar, Bahas Penguatan Tata Kelola Perizinan IUP
BPKAD Sulbar Terima Kunjungan Tim Penelitian Hibah DPPM Kemdiktisaintek Bahas Kolaborasi Human-AI dalam Kinerja Pegawai

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:31 WITA

DKP Sulbar Perkuat Strategi Pengembangan Industri Rumput Laut Berkelanjutan pada Forum Internasional PAIR Annual Meeting 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:29 WITA

Dinas ESDM Sulbar Terima Kunjungan RRI, Jelaskan Pelaksanaan Program LHM 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:23 WITA

Registrasi Kartu SIM Dengan Biometrik Berlaku, KominfoSS Sulbar Imbau Masyarakat Waspadai Modus Aktivasi Menggunakan Wajah Penjual

Senin, 20 Juli 2026 - 12:26 WITA

Pemprov Sulbar Bersama BPJS Perkuat Sinergi Layanan JKN melalui Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 11:19 WITA

Sekda Sulbar Luruskan Isu PPPK Dirumahkan, Sebut Kebijakan WFA Berhasil Direspons Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA