Gubernur Sulbar Suhardi Duka Dorong Reforma Agraria untuk Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 13:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, membuka rapat koordinasi awal (Rakorwal) gugus tugas reforma agraria Provinsi Sulbar di Ballroom Andi Depu Lt. 3 Kantor Gubernur, Rabu 25 Juni 2025.

Hadir juga jajaran Forkopimda Sulbar, Kepala BPN Sulbar Budi Kristiyana, Plh Sekertaris Pemprov Sulbar Herdin Ismail, Balai Kehutanan Wilayah Sulawesi, tim gugus tugas, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar.

“Reforma agraria bertujuan mengurangi ketimpangan lahan, dapat menangani konflik agraria, menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan serta menjaga kehidupan masyarakat,” kata Suhardi Duka (SDK).

Ia mengajak seluruh elemen pemerintah termasuk TNI-Polri untuk senantiasa melaksanakan dan meningkatkan reforma agraria tahun 2025.

“Jadi kita harap reformas agraria di Sulbar bisa berjalan dengan baik yang dikerjakan bersama. Saya waktu di DPR RI Komisi IV sangat kritis terhadap ketidak adilan kepemilikan tanah di Indonesia,” ungkap Suhardi Duka.

Apalagi, Presiden Prabowo Subianto melihat kenyataan ini dan ingin melakukan reforma agraria untuk menciptakan rasa adil, sekaligus menciptakan kemakmuran ditengah kepemilikan rakyat.

“Jadi saya sangat menyambut reforma agraria yang dilaksanakan BPN Sulbar. Apalagi sesuai penyampaian Kepala BPN bahwa target tahun 2025 kita sudah mencapai 95 persen pada bulan Juni ini,” beber Gubernur Suhardi Duka.

Dengan demikian, Suhardi Duka akan mengusulkan kembali untuk menambah target dua kali lipat agar bisa dicapai untuk tahun 2026.

Kepala BPN Sulbar Budi Kristiyana menyampaikan Rakor awal ini dilaksanakan untuk percepatan program reforma agraria, apalagi ini merupakan program strategis nasional.

“Ini memiliki peran penting untuk pemasaran, kepemilikan dan pemanfaatan serta penyelesaian konflik agraria,” ucapnya.

Sementara itu, reforma agraria dilaksanakan dengan memperhatikan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi landasan kuat untuk meningkatkan investasi wilayah Sulbar.

“Dapat menjadi peluang pengembangan infrastruktur, pertanian, pariwisata dan sektor-sektor lainnya. Sehingga bisa meningkatkan ekonomi di Sulbar,” tandasnya. (Rls)

Berita Terkait

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya
Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks
Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar
Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi
Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar
Karo Pemkesra Dampingi Gubernur Sulbar Terima FKUB
Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika
Konjen Australia Pelajari Pastipadu, Suhardi Duka Harap Ada Kolaborasi Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Jumat, 25 September 2026 - 16:00 WITA

Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi

Jumat, 25 September 2026 - 15:59 WITA

Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar

Berita Terbaru

Uncategorized

Kolaborasi dengan Warga, PT Letawa Tuntaskan Perbaikan Jalan Lariang

Senin, 12 Okt 2026 - 11:13 WITA