Pemprov Sulbar Perkuat Akses Keuangan Inklusif melalui KUR untuk Dongkrak Sektor Pertanian dan UMKM

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 09:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Biro Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulbar, yang berlangsung di Lt. 3 Ruang Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, baru -baru ini

Hadir Kepala Biro Ekbang Setda Sulbar Hamdani Hamdi, didampingi Kabag. Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Asmar, Penelaah Tekhnis Kebijakan Firman dan beberapa staf fungsional dan struktural serta staf TATT.

Kehadiran Biro Ekbang dalam kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya percepatan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Sulbar.

Rapat Pleno ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim, perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jajaran pemerintah daerah Sulbar dan enam kabupaten se-Sulbar.

Dalam pertemuan ini membahas strategi perluasan akses keuangan daerah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat sektor pertanian dan UMKM di Sulbar.

Wakil Gubernur Salim S. Mengga menekankan pentingnya pengawasan dan pembinaan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Mudah-mudahan dengan materi dan arahan dari OJK dan LPS kita dapat mengelola keuangan daerah dan usaha-usaha potensial di Sulbar dengan lebih baik,” kata pasangan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) ini.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Amujib. Wakil Gubernur juga menyoroti kondisi ekonomi Sulbar yang belum mengalami percepatan meskipun inflasi terkendali. Menurutnya, komoditas penyumbang inflasi justru berasal dari luar Sulbar dan tidak memberi nilai tambah bagi petani lokal.

“TPAKD Sulbar melihat sektor jasa keuangan sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah ini, terutama melalui pembiayaan skema KUR,” ujar Amujib.

Program ini dinilai mampu mendorong peningkatan produksi pertanian, pemberdayaan UMKM, serta mempercepat implementasi kebijakan pembangunan melalui program Quick Wins dan kebijakan panca daya.

“Dengan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan bank dan non-bank, serta pendampingan dari instansi teknis, diharapkan tercipta ekosistem bisnis yang sehat. Keberadaan Off Taker atau kepastian pasar juga diyakini akan meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Sinergi antara sektor pertanian, perdagangan, dan jasa keuangan dinilai sangat penting. Pertanian menyediakan komoditas berkualitas, perdagangan mendistribusikannya secara efisien, dan sektor jasa keuangan menyediakan akses permodalan yang dibutuhkan untuk mendukung seluruh rantai pasok tersebut.

“TPAKD Sulbar terus memperkuat kolaborasi ini melalui berbagai program, seperti bantuan untuk 1.000 UMKM, pengembangan infrastruktur jalan dan pelabuhan, fasilitasi akses permodalan, serta pelatihan kewirausahaan,” tutur Amujib.

Pemprov Sulbar berharap kerja sama dengan OJK dan Lembaga Penyalur KUR semakin konkret. Dengan begitu, Sulbar tidak hanya menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) tetapi juga penopang ekonomi regional Sulawesi yang berkelanjutan dan mandiri.

“Kami mengharapkan kerja sama dan peran OJK melalui pengawasan, pembinaan dan langkah konkret pada lembaga penyalur KUR agar Sulbar tidak hanya mengamankan posisinya sebagai penyangga pangan IKN, tetapi juga sebagai penopang ekonomi regional Sulawesi sekaligus terus bergerak maju memandirikan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Ekbang Setda Sulbar Hamdani Hamdi mengungkapkan bahwa dalam rangka percepatan dan memperluas akses keuangan bagi kelompok usaha, Pemprov Sulbar telah fasilitasi melalui program penyaluran KUR.

“Dalam program ini, Pemprov Sulbar telah fasilitasi sebanyak 10 petani pisang cavendish di Kabupaten Pasangkayu dan 15 petani pisang cavendish di Mamuju. Hal ini sebagai wujud percepatan akses keuangan bagi masyarakat di Sulbar, guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, partisipatif dan inklusif,” ujarnya. (Rls)

Berita Terkait

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya
Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks
Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar
Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi
Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar
Karo Pemkesra Dampingi Gubernur Sulbar Terima FKUB
Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika
Konjen Australia Pelajari Pastipadu, Suhardi Duka Harap Ada Kolaborasi Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Jumat, 25 September 2026 - 16:00 WITA

Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi

Jumat, 25 September 2026 - 15:59 WITA

Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar

Berita Terbaru

Uncategorized

Kolaborasi dengan Warga, PT Letawa Tuntaskan Perbaikan Jalan Lariang

Senin, 12 Okt 2026 - 11:13 WITA