Retret Pemprov Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Beri Peringatan Keras: Stop Praktik Korupsi atau Hadapi Konsekuensi Hukum

- Penulis

Minggu, 20 Juli 2025 - 17:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Hari terakhir retreat Eselon II lingkup Pemprov Sulbar dan Tenaga Ahli yang digelar di Makorem/142 Tatag Mamuju, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) membawakan materi sekaligus menutup rangkaian retreat tersebut, Minggu 20 Juli 2025.

Dalam pemaparan materinya, Gubernur Suhardi Duka membagi empat pembahasan dalam materinya. Mengawali pemaparannya, Suhardi Duka membahas secara filosofis tentang hakikat kekuasaan dalam politik. Ia mengajak para pejabat berpikir kritis, dengan menyodorkan dua pendekatan klasik dalam politik: Mazhab Machiavelli yang menghalalkan segala cara demi kekuasaan, dan Mazhab Plato yang menjunjung tinggi moral, etika, dan hukum.

“Saya memilih jalan tengah: idealis tapi realistis. Prinsip, nilai, dan momentum harus berjalan beriringan,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa politik tidak selalu hitam-putih, tapi memerlukan seni dan ketepatan membaca situasi agar tetap bermartabat.

Dalam sesi ekonomi dan kesejahteraan, Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Barat harus mampu menjawab tantangan pembangunan melalui Misi Pancadaya, yang meliputi: Pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, Percepatan pengentasan kemiskinan, Peningkatan kualitas SDM, Pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan dan Penguatan tata kelola pemerintahan.

Suhardi Duka menekankan bahwa Sulbar menganut ekonomi berkarakter kerakyatan sebagaimana semangat konstitusi Pasal 33 UUD 1945, yang memadukan peran pasar dan intervensi negara.

“Saya pernah menerapkan pendekatan SBY-nomic saat memimpin Kabupaten Mamuju: Pro-Growth, Pro-Job, Pro-Poor, dan Pro-Environment. Buktinya, kemiskinan turun drastis dan ekonomi tumbuh stabil,” ujarnya sambil menampilkan grafik keberhasilannya di hadapan seluruh peserta.

Poin penting yang digarisbawahi Gubernur Sulbar adalah perlunya disiplin dalam tata kelola anggaran. Ia menyoroti sejumlah permasalahan klasik yang masih terjadi, seperti: Politik anggaran yang transaksional, Perencanaan yang tidak sinkron, Penumpukan proyek di akhir tahun dan Fokus belanja yang lebih banyak pada rutinitas dibanding output dan outcome.

Ia menyampaikan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD tetap sah dimasukkan dalam APBD, tetapi harus masuk melalui jalur perencanaan yang benar dan tidak disusupkan di tengah jalan.

7 Point Direktiv Gubernur

1. Pahami gubernur / wakil gubernur, adalah pejabat publik yang bertanggung jawab langsung atas kesejahteraan rakyat dan sebagai wakil pemerintah pusat

2. Karena kedudukannya diberi kewenangan untuk mengambil kebijakan-kebijakan strategis, menetapkan arah pembangunan, mengangkat, memindahkan atau memberhentikan ataupun promosi atas pejabat teknis

3. Walaupun dengan sumberdaya terbatas, tapi kebijakan dan arahnya tepat, penempatan anggarannya benar, yakin hasilnya akan dirasakan rakyat

4. Pertumbuhan dan kesejahteraan harus dijalankan secara simultan dan disiplin

5. Setiap pejabat harus taat pada tata kelola yang baik dan benar agar selamat dari jeratan hukum

6. Sudah terlalu banyak pejabat baik pejabat publik maupun pejabat teknis dan anggota DPRD yang masuk penjara akibat tidak disiplin dalam menerapkan tata kelola yang baik, Sulbar stop..!!

7. Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat adalah dwitunggal dalam melaksanakan pemerintahan, jangan dipeta konflikkan..!!!

“Sudah terlalu banyak pejabat publik dan teknis yang masuk penjara karena tidak disiplin dalam pengelolaan keuangan daerah. Di Sulbar, kita harus akhiri praktik ini,” tegas SDK.

Gubernur Suhardi Duka menyatakan, dalam penutupan retreat ini, Pemprov Sulbar mendapatkan harapan-harapan dan pesan dari para Bupati atas persoalan yang terjadi di daerahnya.

“Saya juga sudah kasi materi dan bahkan direktiv saya. Pak Danrem juga sudah kasi motivasi banyak jadi saya pikir walaupun tiga hari, tapi insyaallah berbekas dan bisa dijadikan sebagai landasan dalam menjalankan tugas tugas di pemerintahan provinsi Sulbar,” pungkas Suhardi Duka. (Rls)

Berita Terkait

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya
Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks
Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar
Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi
Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar
Karo Pemkesra Dampingi Gubernur Sulbar Terima FKUB
Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika
Konjen Australia Pelajari Pastipadu, Suhardi Duka Harap Ada Kolaborasi Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Jumat, 25 September 2026 - 16:00 WITA

Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi

Jumat, 25 September 2026 - 15:59 WITA

Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar

Berita Terbaru

Uncategorized

Kolaborasi dengan Warga, PT Letawa Tuntaskan Perbaikan Jalan Lariang

Senin, 12 Okt 2026 - 11:13 WITA