Mamuju, Suarasulbar.id — Forum Pemuda Kali Mamuju (FPKM) menyoroti kondisi jembatan Sangkurio yang dinilai sudah tidak layak digunakan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Jembatan gantung tersebut merupakan akses vital penghubung Kelurahan Binanga dan Kelurahan Mamunyu, yang setiap hari dilalui warga serta pelajar dari SDN 5 Mamuju, SD Inpres Sangkurio, dan SMPN 6 Mamuju, Selasa, 20/01/2026
Pantauan di lokasi menunjukkan jembatan sempit itu padat aktivitas, bahkan dilintasi kendaraan roda dua bersamaan dengan pejalan kaki dan pelajar. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terlebih struktur jembatan sudah tua dan minim perawatan.
Korbid Sosial dan Lingkungan FPKM, Juhardi, menyampaikan keprihatinannya terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Mamuju yang dinilai lamban merespons persoalan tersebut.
“Jembatan ini sangat memprihatinkan. Pada tahun 2016 jembatan ini pernah putus, dan hingga kini sudah sekitar 10 tahun belum ada pembaruan yang signifikan dari pemerintah. Padahal, jembatan ini urat nadi aktivitas warga dan pelajar,” ungkap Juhardi.
FPKM mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mamuju segera melakukan rehabilitasi total, bukan sekadar perbaikan sementara.
Mereka mengusulkan agar Jembatan Sangkurio dibangun ulang menjadi Jembatan beton permanen demi menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
“Keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah, seharusnya menjadi prioritas. Jangan menunggu jatuhnya korban baru bertindak,” tegas Juhardi.
FPKM berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memasukkan rehabilitasi Jembatan Sangkurio sebagai agenda prioritas pembangunan infrastruktur, demi mencegah potensi kecelakaan dan memastikan hak masyarakat atas akses yang aman dan layak.
Penulis : Ardiansyah












