Saat AI Menguasai Informasi, Pers Diuji Menjaga Akal Publik

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 18:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, Suarasulbar.id – Di tengah kecerdasan buatan yang makin lihai meniru cara berpikir manusia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengirim sinyal peringatan serius, jika pers tidak bertransformasi secara kritis, maka ruang publik akan dikuasai algoritma tanpa nurani.

Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dijadikan refleksi penting oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo SP) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar.

Ia menegaskan, kemajuan teknologi terutama Artificial Intelligence (AI) bukan sekadar soal efisiensi, melainkan soal siapa yang mengendalikan makna, kebenaran, dan kesadaran publik.

Menurut Ridwan, AI memang mampu memproduksi informasi dalam hitungan detik, namun tidak memiliki tanggung jawab moral atas dampak sosial dari informasi tersebut.

Di titik inilah pers diuji, apakah tetap menjadi penjaga akal sehat publik, atau justru terseret arus menjadi pengulang konten tanpa kedalaman.

“AI bisa menulis cepat, tapi tidak bisa bertanggung jawab. Pers jangan mau dikalahkan oleh mesin yang tak punya nurani,” tegas Ridwan.

Ia menilai, derasnya arus informasi digital di Sulawesi Barat mulai dari teks, gambar, hingga video berbasis AI telah menciptakan kondisi rawan.

Publik sulit membedakan fakta, manipulasi, hingga propaganda berkepentingan. Tanpa kerja jurnalistik yang kritis dan berlapis, masyarakat berisiko menjadi korban disinformasi yang tampak meyakinkan secara visual, namun rapuh secara kebenaran.

Lebih jauh, Ridwan mengingatkan bahwa AI justru bisa menjadi ancaman bagi demokrasi lokal jika pers hanya berfungsi sebagai penyalur, bukan penafsir.

Kecepatan tidak boleh mengalahkan verifikasi, dan kecanggihan tidak boleh menggantikan keberpihakan pada kepentingan publik.

“AI tidak tahu konteks lokal, tidak paham luka sosial, dan tidak mengenal nilai budaya Sulbar. Itu yang tidak boleh ditinggalkan oleh jurnalis,” ujarnya.

Ridwan menegaskan, penggunaan AI di ruang redaksi seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan otoritas.

Keputusan editorial, penilaian etis, serta keberanian mengkritik kekuasaan tetap harus lahir dari manusia bukan mesin.

Diskominfo SP Sulbar, membuka ruang kolaborasi dengan media untuk memperkuat literasi digital masyarakat.

Namun ia juga menantang insan pers untuk tidak bergantung pada negara semata, melainkan memperkuat kualitas liputan, kedalaman analisis, dan keberanian sikap.

“Pers yang kritis dan mengedukasi adalah benteng terakhir ketika informasi kehilangan arah. Jika pers melemah, publik akan diseret algoritma,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra
Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama
Jamkrindo Mamuju Gelar Safari Ramadan, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu
Warga Desa Bambu Kirim Dukungan Moril untuk Kades Hartono
BRI Nyatakan Tanggung Jawab Penuh atas Hilangnya Dokumen Nasabah Pascagempa 2021
FPKM Desak Pemkab Mamuju Segera Rehabilitasi Jembatan Sangkurio yang Mengancam Keselamatan Warga
Haiyu Inlimate Wash dan Cara Elegan Sulawesi Barat Memperkenalkan Diri

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:05 WITA

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:22 WITA

Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:42 WITA

Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:54 WITA

Jamkrindo Mamuju Gelar Safari Ramadan, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Senin, 9 Februari 2026 - 18:49 WITA

Saat AI Menguasai Informasi, Pers Diuji Menjaga Akal Publik

Berita Terbaru

Politik

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WITA

Uncategorized

Iqbal Pulang ke Basis Perjuangan, Sapa Mahasiswa Mamuju di Jogja

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:12 WITA