Warga Desa Lariang Minta PT Letawa Ikuti Rekomendasi DPRD Pasangkayu Hentikan Aktivitas di Lahan Sengketa

- Penulis

Rabu, 9 Oktober 2024 - 14:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id,PASANGKAYU|Anak perusahaan PT Astra Argo Lestari (Astra), PT Letawa, mengabaikan rekomendasi DPRD Kabupaten Pasangkayu, terkait lahan sengketa dengan warga di Desa Lariang, Kecamatan Tikke, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Diduga pihak PT Letawa terus melakukan aktivitas di wilayah lahan bersengketa tanpa memperdulikan rekomendasi dari anggota DPRD Pasangkayu yang disepakati sebelumnya.

Warga Lariang saat ini marah dan kesal terhadap PT Letawa tersebut, sejumlah warga akan datang kembali ke DPRD Pasangkayu untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Padahal sebelumnya di Rapat Dengar Pendapat (RDP) warga Desa Lariang dengan DPRD Pasangkayu Selasa (3/10), melahirkan rekomendasi pengosongan aktivitas di lahan sengketa dan membentuk tim terpadu untuk mendalami masalah tersebut.

Akan tetapi, pihak perusahaan dianggap oleh warga abaikan rekomendasi DPRD Pasangkayu tersebut.

Warga Desa Lariang, Muhammad Akbar Firman mengungkapkan, pasca RDP pihak perusahaan tetap melakukan aktivitas di lahan tersebut.

“Saat ini kami juga berusaha menduduki lahan sengketa itu, karena pihak perusahaan tidak mendengarkan rekomendasi DPRD,” ungkap Akbar saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/10/2024).

Dia menuturkan, Sabtu lalu PT Letawa kembali melakukan pemanenan buah sawit di lahan sengketa tersebut.

“Kami tetap bertahan, mau tidak mau kami harus bertahan,” ujarnya.

“Mereka meminta negosiasi pada kami, tapi kami tidak mau, karena mereka yang duluan memulai aktivitas di lahan ini, dan tidak mendengar rekomendasi dari DPRD Pasangkayu,” Sambungnya.

Akbar mewakili masyarakat Lariang meminta kepada DPRD Pasangkayu untuk kembali mengadakan RDP untuk membahas tuntas perkara ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Pasangkayu, Arham Bustaman, mengatakan, jika informasi itu benar adanya, pihak PT Letawa tidak mengindahkan rekomendasi mereka.

Ia berharap agar kedua belah pihak untuk tetap sabar dan tidak menimbulkan keributan.

“Kami juga bersedia untuk melakukan RDP kembali,” tutup Arham.

Berita Terkait

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu
Dari Kelas hingga UMKM, Celebes Education Festival 2026 Rayakan Karya dan Kreasi Sulawesi
Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu
Safari Ramadan 1447 H, PT Letawa Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Tikke Raya
K3 Diduga Tak Lengkap, Pekerja Tewas dan Sungai Tercemar, DPRD Sulbar Desak PT Palma Dihentikan Sementara
Aksi Berulang Tanpa Jawaban, Massa Aksi Kembali Kepung PT Palma
Kembali melakukan Aksi, Tim Patroli PT Letawa Amankan Pelaku Pencurian Buah Sawit

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:59 WITA

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:00 WITA

Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:28 WITA

Dari Kelas hingga UMKM, Celebes Education Festival 2026 Rayakan Karya dan Kreasi Sulawesi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:17 WITA

Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:41 WITA

Safari Ramadan 1447 H, PT Letawa Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Tikke Raya

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA