Aksi Berulang Tanpa Jawaban, Massa Aksi Kembali Kepung PT Palma

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangkayu, Suarasulbar.id – Aliansi Masyarakat Desa Kasano kembali menggelar aksi demonstrasi di depan PT Palma Sumber Lestari, Jumat (13/2/2026).

Aksi ini bukan yang pertama. Warga menyebut protes telah dilakukan berkali-kali, namun hingga kini belum ada respons tegas dari pemerintah maupun pihak perusahaan.

Kemarahan warga kali ini tampak lebih memuncak. Sejumlah massa terlihat membawa parang sebagai simbol kekecewaan mendalam terhadap sikap yang mereka nilai sebagai pembiaran.

Koordinator Aliansi Masyarakat Desa Kasano, Sultan Aji Putra, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk akumulasi keresahan masyarakat yang merasa tidak didengar.

“Kami sudah beberapa kali turun aksi. Tapi tidak ada kejelasan. Tidak ada transparansi. Pemerintah juga belum memberikan langkah konkret,” ujarnya.

Warga menduga aktivitas PT Palma Sumber Lestari menyebabkan pencemaran limbah yang berdampak pada tambak ikan milik masyarakat.

Para penambak mengaku mengalami kerugian akibat perubahan kualitas air sehingga membuat ikan mati dan menurunnya hasil panen.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait limbah maupun langkah penanganan dari perusahaan.

Aliansi mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan limbah perusahaan.

Jika tidak ada langkah nyata, mereka menyatakan siap membawa persoalan ini dan akan menggelar aksi yang lebih besar.

Selain perusahaan, masyarakat juga menyoroti sikap pemerintah yang dianggap belum menunjukkan keberpihakan kepada warga terdampak.

“Kalau ini terus dibiarkan tanpa solusi, potensi konflik sosial bisa semakin besar,” tegas Sultan Aji Putra.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Palma Sumber Lestari maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi atas tuntutan warga.

Aksi berakhir dengan pengawalan aparat keamanan.

Namun masyarakat memastikan, gelombang protes akan terus berlanjut selama tidak ada kejelasan dan tanggung jawab yang nyata.

Berita Terkait

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu
Dari Kelas hingga UMKM, Celebes Education Festival 2026 Rayakan Karya dan Kreasi Sulawesi
Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu
Safari Ramadan 1447 H, PT Letawa Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Tikke Raya
K3 Diduga Tak Lengkap, Pekerja Tewas dan Sungai Tercemar, DPRD Sulbar Desak PT Palma Dihentikan Sementara
Kembali melakukan Aksi, Tim Patroli PT Letawa Amankan Pelaku Pencurian Buah Sawit
Dari Sekolah hingga Pasar Murah, CSR PT LTT Beri Dampak Nyata bagi Warga Towiora

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:59 WITA

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:00 WITA

Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:28 WITA

Dari Kelas hingga UMKM, Celebes Education Festival 2026 Rayakan Karya dan Kreasi Sulawesi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:17 WITA

Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:41 WITA

Safari Ramadan 1447 H, PT Letawa Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Tikke Raya

Berita Terbaru

Uncategorized

PT Letawa Hadirkan Akses Air Bersih bagi Warga Desa Lariang

Jumat, 2 Okt 2026 - 10:24 WITA