Pasangkayu, Suarasulbar.id – Aliansi Masyarakat Desa Kasano kembali menggelar aksi demonstrasi di depan PT Palma Sumber Lestari, Jumat (13/2/2026).
Aksi ini bukan yang pertama. Warga menyebut protes telah dilakukan berkali-kali, namun hingga kini belum ada respons tegas dari pemerintah maupun pihak perusahaan.
Kemarahan warga kali ini tampak lebih memuncak. Sejumlah massa terlihat membawa parang sebagai simbol kekecewaan mendalam terhadap sikap yang mereka nilai sebagai pembiaran.
Koordinator Aliansi Masyarakat Desa Kasano, Sultan Aji Putra, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk akumulasi keresahan masyarakat yang merasa tidak didengar.
“Kami sudah beberapa kali turun aksi. Tapi tidak ada kejelasan. Tidak ada transparansi. Pemerintah juga belum memberikan langkah konkret,” ujarnya.
Warga menduga aktivitas PT Palma Sumber Lestari menyebabkan pencemaran limbah yang berdampak pada tambak ikan milik masyarakat.
Para penambak mengaku mengalami kerugian akibat perubahan kualitas air sehingga membuat ikan mati dan menurunnya hasil panen.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait limbah maupun langkah penanganan dari perusahaan.
Aliansi mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan limbah perusahaan.
Jika tidak ada langkah nyata, mereka menyatakan siap membawa persoalan ini dan akan menggelar aksi yang lebih besar.
Selain perusahaan, masyarakat juga menyoroti sikap pemerintah yang dianggap belum menunjukkan keberpihakan kepada warga terdampak.
“Kalau ini terus dibiarkan tanpa solusi, potensi konflik sosial bisa semakin besar,” tegas Sultan Aji Putra.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Palma Sumber Lestari maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi atas tuntutan warga.
Aksi berakhir dengan pengawalan aparat keamanan.
Namun masyarakat memastikan, gelombang protes akan terus berlanjut selama tidak ada kejelasan dan tanggung jawab yang nyata.












