Suarasulbar.id, Mamuju — Rendahnya capaian imunisasi dan buruknya fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sorotan utama dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor yang digelar UPTD Puskesmas Binanga, Kecamatan Mamuju, Selasa (18/6/2025).
Kegiatan yang berlangsung di aula Puskesmas Binanga itu dihadiri oleh perwakilan lintas sektor, mulai dari camat, kelurahan, Polri, TNI, para kepala lingkungan hingga kader kesehatan. Dalam forum itu terungkap, capaian imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Binanga baru menyentuh angka 12,3 persen. Angka tersebut dinilai sangat rendah dan membahayakan kesehatan anak-anak, khususnya dalam pencegahan penyakit menular.
“Ini angka yang sangat rendah dan berbahaya bagi masa depan generasi kita. Imunisasi adalah hak dasar anak, tetapi sampai hari ini capaian kita masih jauh dari target,” tegas salah satu peserta lokakarya.
Selain masalah imunisasi, persoalan fasilitas Posyandu juga menjadi keluhan masyarakat. Hingga kini, banyak Posyandu di lingkungan setempat belum memiliki bangunan permanen, sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak masih berlangsung secara seadanya.
“Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tapi bagaimana mungkin kita bicara kesehatan, sementara tempat pelayanannya justru dikelilingi oleh sampah?” tambahnya.
Minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah menjadi masalah serius yang turut disoroti. Lingkungan sekitar Posyandu dinilai tidak mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Peserta lokakarya pun mempertanyakan komitmen lintas sektor, terutama pemerintah kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait, dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Menanggapi keluhan soal sampah, Camat Mamuju, Ilyas, mengatakan bahwa salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan membuat jadwal pengangkutan sampah di setiap lingkungan. Ia meminta para kepala lingkungan untuk mendata warganya yang ingin sampahnya diangkut oleh petugas kebersihan, dengan catatan bersedia membayar retribusi sampah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami minta setiap lingkungan membuat daftar nama warga yang mau diambil sampahnya. Tapi ingat, harus bersedia membayar retribusi. Ini tanggung jawab bersama agar lingkungan kita bersih,” tegas Ilyas.
Peserta lokakarya mendesak agar masalah ini tidak lagi sekadar menjadi bahan diskusi rutin, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, terukur, dan terjadwal.
“Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri. Kalau lintas sektor tidak bergerak bersama, persoalan kesehatan di lingkungan kami tidak akan pernah selesai. Jangan biarkan pembahasan ini berhenti di rapat. Kami butuh aksi nyata,” tutupnya.
Lokakarya mini ini diharapkan melahirkan keputusan bersama antar lembaga untuk segera memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat, baik dari sisi fasilitas, lingkungan, maupun edukasi masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
Penulis : Muh Taufiq Hidayat
Editor : Ahmad Fadhil











