Mamuju Tengah, Suarasulbar.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran 2025.
Persetujuan tersebut diambil dalam rapat paripurna setelah dua fraksi menyampaikan pandangan akhir dan menyatakan setuju agar rancangan tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Juru Bicara Fraksi Golkar Persatuan Gerakan Sejahtera, Ilham Yunus, mengatakan APBD Perubahan merupakan langkah penting untuk menyesuaikan kebijakan fiskal daerah dengan dinamika ekonomi yang terjadi sepanjang tahun anggaran.
“Perubahan ini bagian dari upaya menjaga efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran, agar program pemerintah tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Kamis malam, 30 Oktober 2025.
Dalam rancangan yang disetujui, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 634,15 miliar, turun dari sebelumnya Rp 676,76 miliar. Sementara belanja daerah disesuaikan menjadi Rp 644,02 miliar dari Rp 678,76 miliar.
Penerimaan pembiayaan meningkat menjadi Rp 13,87 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan atau penyertaan modal daerah mencapai Rp 4 miliar. Ilham menambahkan, penurunan pendapatan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menunda program pembangunan.
“Kita harus lebih kreatif dalam menggali sumber PAD dan memastikan setiap kegiatan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Fraksi Amanat Perjuangan, Bandia, menyampaikan pentingnya penataan kembali belanja agar anggaran tersalurkan pada sektor yang benar-benar dibutuhkan.
“Kami meminta pemerintah daerah lebih memprioritaskan pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur dasar. Masyarakat harus merasakan hasil dari setiap rupiah yang dibelanjakan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan APBDP dijalankan dengan prinsip transparansi dan efisiensi.”Anggaran publik harus dikelola dengan terbuka dan tepat sasaran supaya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah terus meningkat,” pungkasnya.











