Gagal Berikan Pelayanan Prima Sugianto Minta PDAM Dievaluasi

- Penulis

Kamis, 6 Maret 2025 - 21:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id, MAMUJU– Anggota DPRD Mamuju, Sugianto menyoroti kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra Mamuju lantaran dinilai gagal memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dia mendesak agar kinerja perusahaan milik daerah (Perumda) tersebut segera dievaluasi secara menyeluruh.

“Perbaikan dan peningkatan layanan air bersih kepada masyarakat tidak akan pernah terwujud jika pemerintah tidak segera turun tangan dan melakukan intervensi. Kondisi tata kelola air bersih di PDAM Tirta Manakarra saat ini sangat tidak sehat,” kata Sugianto, Kamis, 6 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Sidang Paripurna Gedung DPRD Mamuju.

Politisi Partai Golkar itu menilai bahwa kondisi tidak sehat yang dialami PDAM mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen hingga instalasi air yang perlu ditingkatkan secara signifikan. “Hal ini diakui sendiri oleh Plt. Direktur PDAM beserta jajarannya, termasuk kalangan pengawas,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sugianto meminta kehadiran dan keterlibatan pemerintah secara langsung sangat krusial untuk memperbaiki dan memaksimalkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat.

“Tanpa kehadiran dan intervensi pemerintah secara langsung, jangan harap layanan PDAM ini bisa membaik,” pungkasnya.

Sejak pipa PDAM mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor yang melanda Mamuju pada Minggu, 26 Januari lalu, hingga kini masih terdapat sarana dan prasarana jaringan pipa transmisi utama yang rusak di dua titik, yaitu Salu Lalang satu dan Salu Lalang dua (Kali Mamuju).

Plt. Direktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju, Jauhariah Andi Syafruddin, menjelaskan bahwa kedua jaringan pipa tersebut merupakan penyedia utama air bersih untuk instalasi pipa dalam kota.

“Termasuk pipa So’do, pipa Katapi 1 dan Katapi 2, berdampak luas di wilayah selatan, sebagian Karema Remuku, dan seluruh wilayah tengah kota, yaitu Kelurahan Binanya dan Mamunyu serta Pulau Karampuang, khususnya wilayah Desa Bambu, Kalubibing, dan Polda, sama sekali air belum mengalir,” ungkapnya.

Jauhariah menambahkan bahwa akses jalan menuju sumber air masih tertutup tanah longsor. Pihaknya telah menyewa alat berat untuk membuka kembali akses tersebut, namun proses perbaikan belum dapat dilakukan.

“Waktu yang ditargetkan untuk menyelesaikan perbaikan ini adalah hingga akhir bulan ini,” pungkasnya.(Af/*)

Berita Terkait

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra
Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama
Jamkrindo Mamuju Gelar Safari Ramadan, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu
Saat AI Menguasai Informasi, Pers Diuji Menjaga Akal Publik
Warga Desa Bambu Kirim Dukungan Moril untuk Kades Hartono
BRI Nyatakan Tanggung Jawab Penuh atas Hilangnya Dokumen Nasabah Pascagempa 2021

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WITA

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar

Rabu, 29 April 2026 - 20:05 WITA

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:22 WITA

Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:42 WITA

Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:54 WITA

Jamkrindo Mamuju Gelar Safari Ramadan, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Berita Terbaru