
Suarasulbar.id, Mamuju – Hamar Ketua Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Sulawesi Barat, menyayangkan masih banyaknya warung makan dan kafe di wilayah Mamuju yang tetap buka secara terang-terangan di siang hari selama bulan suci Ramadan.
Menurut Hamar, kondisi ini mencederai nilai kesucian Ramadan dan menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
“Kami sangat menyayangkan masih adanya tempat makan yang beroperasi terbuka di siang hari. Ini bukan soal melarang orang mencari nafkah, tapi lebih kepada bagaimana menghargai bulan suci Ramadan dan saudara-saudara kita yang berpuasa,” ujar Hamar, Rabu (12/3/2025).
Ia juga menyoroti warung makan dan kafe yang terang terangan mempertontonkan melayani pelanggan dibulan ramadan yang memperlihatkan orang yang sedang tidak puasa.
Hingga hari ke-12 Ramadan, belum terlihat adanya surat edaran atau imbauan resmi yang mengatur operasional tempat makan selama Ramadan.
“Kami berharap Pemkab Mamuju segera mengambil sikap, minimal dengan menerbitkan surat edaran sebagai bentuk penegasan dan kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.
JPRMI Sulbar mendorong agar Pemkab Mamuju segera melakukan langkah-langkah penertiban demi menjaga kenyamanan, kekhusyukan, dan ketertiban umum selama bulan suci Ramadan.
Penulis : Muhammad Taufiq hidayat
Editor : Ahmad Fadil












