Kemiskinan Menurun, Tapi Kesenjangan Meningkat di Sulbar

- Penulis

Jumat, 25 Juli 2025 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat penurunan angka kemiskinan di provinsi tersebut pada Maret 2025. Meski jumlah penduduk miskin menurun secara total, tantangan baru muncul, kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat, terutama di wilayah pedesaan.

Plt Kepala BPS Sulbar, M. La’bi, dalam rilis resminya menjelaskan, persentase penduduk miskin di Sulawesi Barat pada Maret 2025 tercatat 10,41 persen, atau mengalami penurunan sebesar 0,30 persen poin dibandingkan periode September 2024 yang berada di angka 10,71 persen. Jika dihitung secara absolut, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 3.600 orang, dari 155,91 ribu jiwa menjadi 152,31 ribu jiwa.

“Penurunan ini menunjukkan arah yang positif, namun bukan berarti masalah kemiskinan selesai. Justru tantangannya semakin dalam, terutama menyangkut kualitas kemiskinan di pedesaan,” kata La’bi.

Menariknya, data BPS justru mencatat bahwa di wilayah perkotaan, angka kemiskinan mengalami kenaikan dari 8,33 persen menjadi 8,35 persen. Sementara di wilayah perdesaan, terjadi penurunan dari 11,32 persen menjadi 10,94 persen.

Namun, meski jumlah penduduk miskin di pedesaan menurun, kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat.

BPS mengungkapkan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Sulbar pada Maret 2025 naik menjadi 1,71 dari sebelumnya 1,45. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pengeluaran warga miskin semakin jauh dari garis kemiskinan (GK), yang artinya dibutuhkan usaha lebih besar agar mereka bisa keluar dari status miskin.

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga naik, dari 0,30 menjadi 0,41, yang mencerminkan kesenjangan antar penduduk miskin semakin lebar. Ironisnya, dua indeks ini meningkat paling tajam justru di wilayah perdesaan.

“Kemiskinan memang berkurang secara kuantitas, tetapi warga yang tersisa di kelompok miskin berada dalam kondisi yang semakin sulit,” ujar La’bi.

BPS juga mencatat bahwa komoditi makanan masih menjadi beban terbesar bagi penduduk miskin, dengan kontribusi sebesar 78,04 persen terhadap garis kemiskinan. Komoditi yang paling besar menyumbang garis kemiskinan antara lain:

1. Beras

2. Rokok kretek filter

3. Ikan tongkol/tuna/cakalang

4. Kue basah

5. Telur ayam ras

Sementara dari sisi non-makanan, biaya perumahan, pendidikan, listrik, bensin, dan perlengkapan mandi menjadi beban paling berat bagi penduduk miskin, baik di kota maupun desa.

Penurunan angka kemiskinan turut didorong oleh pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang tumbuh 4,38 persen pada Triwulan I 2025. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sumber utama pertumbuhan.

M. La’bi mengingatkan bahwa pengurangan jumlah penduduk miskin bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Pemerintah daerah harus fokus pada pengentasan kemiskinan secara menyeluruh, termasuk mengurangi ketimpangan antarpenduduk miskin serta memastikan akses dan daya beli warga miskin semakin membaik.

“Kebijakan harus menyasar bukan hanya pada jumlah, tetapi juga kualitas hidup warga miskin yang masih bertahan di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya.

Penulis : Muh Taufiq Hidayat

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day
Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS
Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu
Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen
Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar
KOMARA Guncang Kesadaran Sejarah, Mamuju Heritage Forum 2026 Jadi Tonggak Merawat Identitas Mamuju
PT Jamkrindo Cabang Mamuju Salurkan Bantuan TJSL ke SDN 040 Bunu Polewali Mandar

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:49 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:59 WITA

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:00 WITA

Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:04 WITA

Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:09 WITA

Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA