Suarasulbar.id, Mamuju — Suasana haru menyelimuti lingkungan Kalubibing saat enam mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Wallacea resmi mengakhiri masa pengabdian mereka, Ahad 6/7/25. Perpisahan sederhana namun penuh makna itu dihadiri langsung oleh Kepala Lingkungan Kalubibing, Budi Gisman, jajaran aparat lingkungan, serta puluhan warga yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Selama 40 hari, keenam mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KOMKELGER Kalubibing yaitu Dedi Suprianto (Ketua), Rosyanti (Sekretaris), Rina (Bendahara), Riswana (Humas), Nurhalifah (PJ Konsumsi), dan Ince Rukmini (Publikasi & Dokumentasi) bukan hanya hadir sebagai pelaksana program, tapi juga sebagai keluarga baru bagi warga Kalubibing.
“Mereka tidak datang sebagai tamu, tapi sebagai saudara saudara kami sendiri. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan. Kami berharap hubungan ini tak berakhir di sini, tetapi terus terjalin ke depannya,” tutur Bakri, Ketua Remaja Kalubibing, dengan mata berkaca-kaca.

Membawa misi kesehatan keluarga dan lansia, para mahasiswa ini menjalankan beragam program yang terasa manfaatnya secara langsung bagi masyarakat.
Dari observasi lingkungan, pendataan keluarga binaan, senam pagi bersama, hingga bakti sosial, semuanya dilandasi oleh semangat keikhlasan dan kepedulian.
Yang paling mengesankan bagi warga adalah sikap rendah hati dan kerja tulus para mahasiswa dalam memberikan pelayanan prima, dari hati ke hati. Mereka bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat Kalubibing.
“Mereka adalah cerminan generasi muda yang membawa harapan. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga kelak mereka menjadi perawat-perawat yang sukses dan selalu mengingat Kalubibing sebagai rumah keduanya,” ujar Budi Gisman, Kepala Lingkungan Kalubibing, penuh rasa bangga.
Perpisahan itu menandai akhir masa tugas mereka, tetapi semangat dan kebaikan yang mereka tanamkan telah meninggalkan jejak abadi di hati masyarakat. Kalubibing bukan hanya menjadi lokasi pengabdian, melainkan tempat di mana semangat kebersamaan, cinta, dan pengabdian tumbuh menjadi inspirasi.
Penulis : Muh Taufiq Hidayat












