Keliru ! Ini Klarifikasi Masyarakat Leling soal Aksi Unjuk Rasa Warga Leling Barat Tolak Rekonstruksi Jembatan Kabe

- Penulis

Rabu, 11 Desember 2024 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasualbar.id MAMUJU– Masyarakat Desa Leling,Kecamatan Tommo,Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar),memberikan klarifikasi atas peristiwa aksi unjuk rasa penolakan proyek rekonstruksi jembatan Kabe.

Mantan Kepala Desa Leling Alimin mengatakan, aksi unjuk rasa itu memang Leling tapi bukan Desa Leling melainkan aksi warga Leling mewakili semua Desa Leling Dusun Kabe,Desa Leling Barat.

“Jadi yang melakukan aksi unjuk rasa itu masyarakat Dusun Kabe, Desa Leling Barat dengan menolak rekonstruksi jembatan tersebut,” ungkap Alimin saat dikonfirmasi wartawan.

Kendati demikian, apa yang dilakukan oleh massa aksi dari Dusun Kabe, Desa Leling Barat, itu juga sangat didukung oleh masyarakat Desa Leling dan Desa Leling utara

Namun juga memang Desa Leling menunggu konfirmasi dari keluarga di Leling Barat tapi kenyataannya tidak ada konfirmasi dari mereka dan memang sesuai surat penyampaian ke Polsek Tommo hanya butu massa 50 orang

“Tapi kami Desa Leling dan Leling Utara sangat mendukung aksi protes soal penolakan rekonstruksi jembatan Kabe itu. Walaupun tidak sempat turun aksi karena andai kata kami di undang keluarga disana insyaallah kami turun,” ujarnya.

Kata Alimin, mereka juga sangat ingin turun sampaikan aspirasinya untuk saling bahu membahu kejadian ini, tetap disayangkan karena sesuai penyampaian ke Polsek Tommo hanya butu 50 orang saja.

“Tetapi tidak menutup kemungkinan kalau tudak ada titik temu atau jalan keluar bisa jadi kami ikut serta yg atas nama Leling Raya yang bergerak dari warga Dusun Kabe itu mengajak warga Desa karena kami hari ini betul betul merasakan keterisolasian dalam pasca ambruknya jembatan Kabe.

Karana satu satunya akses kami keluar Desa Leling dan Desa Leling Utara dan juga Desa Leling barat,” ujarnya.

Mantan Desa Leling itu, berharap semua aspirasi yang disampaikan bisa keluarga dapat diserap untuk ada penanganan secara serius baik Pihak pemerintah maupun PT.MUL.

“Saya berharap semua aspirasi yang disampaikan bisa keluarga dapat diserap untuk ada penanganan secara serius baik Pihak pemerintah maupun PT.MUL (amanakarra Unggul Lestari),” harap Alimin saat dihubungi melalui pesan WhatsaAp, Rabu (11/24).

Dia menambahkan, aksi selanjutnya akan seluruh masyarakat Desa Leling bisa jadi akan bersama-sama turun melayangkan penolakan terhadap rekonstruksi jembatan itu ketika tidak di tinjau ulang analisis dampak lingkungan (Amdal) nya.

Karena mereka melihat rekonstruksi jembatan itu akan berdampak buruk pada lingkungan di Desa Leling Barat

Sehingga ia berharap, pemerintah daerah baik Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulbar hingga PT MUL bisa memberikan solusi yg terbaik dan Ramah Lingkungan terkait proses pembangunan jembatan di Dusun Kabe, Desa Leling barat.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Leling narat, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), melakukan aksi unjuk rasa di area proyek jembatan Kabe Desa Leling Barat yang baru saja ambruk usai diterjang banjir, Kamis (5/12/2024) dini hari lalu.

Masyarakat melakukan aksi protes terhadap proses pembangunan jembatan Kabe yang dinilai kurang bagus dan justru mengancam keselamatan warga sekitar.

Warga melayangkan protes karena proyek jembatan yang dikerjakan oleh PT Manakarra Unggul Lestari itu menggunakan enam tiang penyangga.

Enam tiang itu dianggap akan menjadi penyebab mendatangkan dampak buruk bagi lingkungan dan keselamatan warga.

“Dimana tiang-tiang penyangga ini menyerupai pagar di bawah air dapat menyumbat aliran sungai, apabila tiang-tiang penyangga tersebut disangkuti material keras seperti pepohonan yang sewaktu-waktu dapat melintas saat air sungai meluap,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Indra.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik
OPINI : Amanah Kekuasaan dan Ancaman Retaknya Persaudaraan
KKMSB Kaltim Salurkan Bantuan kepada Penyintas Kebakaran di Kampung Tulu Polman
Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra
Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama
Safari Ramadan 1447 H, PT Letawa Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Tikke Raya

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:52 WITA

Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar

Rabu, 29 April 2026 - 20:05 WITA

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri

Jumat, 10 April 2026 - 12:48 WITA

Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik

Jumat, 3 April 2026 - 15:49 WITA

OPINI : Amanah Kekuasaan dan Ancaman Retaknya Persaudaraan

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:55 WITA

KKMSB Kaltim Salurkan Bantuan kepada Penyintas Kebakaran di Kampung Tulu Polman

Berita Terbaru

Politik

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WITA

Uncategorized

Iqbal Pulang ke Basis Perjuangan, Sapa Mahasiswa Mamuju di Jogja

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:12 WITA

Uncategorized

Program Sobat Sawit, Upaya Serap Tenaga Kerja Lulusan SMK

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:22 WITA