Warga Mulai Pertanyakan, BUMDesma Perikanan di Desa Belang-belang Kalukku yang Tidak Beroperasi

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 16:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar id, Mamuju – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) berbasis perikanan dan daging yang berlokasi di Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan mangkrak dan belum mampu memberikan kontribusi ekonomi yang diharapkan bagi masyarakat setempat.

Kendala utama yang menyebabkan stagnasi operasional BUMDesma ini adalah terhambatnya akses jalan menuju bangunan fisik.

Permasalahan ini dipicu oleh adanya sengketa lahan antara pemilik lahan dengan salah seorang warga desa.

Ketua BUMDesma, Supriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya aktif mencari solusi untuk mengatasi persoalan akses jalan tersebut.

“Hingga saat ini, upaya mediasi terus kami lakukan untuk mencari jalan keluar terkait akses jalan menuju bangunan BUMDesma. Kami telah beberapa kali berdiskusi dengan pihak pemilik lahan yang menutup akses tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Rabu (14/5/2025).

Supriadi menambahkan bahwa penutupan akses jalan ini merupakan dampak dari sengketa lahan yang melibatkan pemilik lahan dan seorang warga desa.

Kondisi ini secara langsung menghambat aktivitas BUMDesma, yang sedianya diharapkan menjadi penggerak utama perekonomian di tingkat desa.

“Penutupan akses jalan ini terjadi karena adanya permasalahan sengketa lahan antara pemilik lahan dengan salah satu warga. Kami bersama Bapak Armin dan Bapak PJ (Penjabat Kepala Desa) Belang-belang terus berupaya memediasi kedua belah pihak agar permasalahan ini segera terselesaikan,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, BUMDesma yang beranggotakan empat desa di Kecamatan Kalukku, yaitu Desa Belang-belang, Desa Kabuloang, Desa Beru-beru, dan Desa Kalukku Barat, telah didirikan sebelum pandemi Covid-19.

Namun, hingga kini, fasilitas pengolahan produk perikanan menjadi abon dan bakso ikan tersebut belum beroperasi, menimbulkan keresahan di kalangan warga.

Ketua Karang Taruna Desa Belang-Belang, Sukardi, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi ini.

“Program BUMDesma ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan produk perikanan menjadi abon dan bakso ikan. Sangat disayangkan jika hingga kini belum beroperasi,” tuturnya kepada wartawan pada Kamis (8/25).

Sukardi menjelaskan bahwa pembangunan gedung dan pengadaan peralatan BUMDesma ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahkan, akses jalan cor menuju lokasi BUMDesma dibangun menggunakan anggaran Desa Belang-Belang dengan perkiraan dana mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Berita Terkait

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra
Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama
Jamkrindo Mamuju Gelar Safari Ramadan, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu
Saat AI Menguasai Informasi, Pers Diuji Menjaga Akal Publik
Warga Desa Bambu Kirim Dukungan Moril untuk Kades Hartono
BRI Nyatakan Tanggung Jawab Penuh atas Hilangnya Dokumen Nasabah Pascagempa 2021

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WITA

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar

Rabu, 29 April 2026 - 20:05 WITA

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:22 WITA

Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:42 WITA

Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:54 WITA

Jamkrindo Mamuju Gelar Safari Ramadan, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Berita Terbaru