Fit Job Eselon II Sulbar Disorot, Dugaan Pelanggaran ASN Mengemuka, Pansel Bungkam

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id, Mamuju — Proses seleksi fit job atau uji kesesuaian jabatan untuk pejabat eselon II lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kini memasuki babak akhir. Namun di tengah proses tersebut, mencuat dugaan adanya pelanggaran terhadap Undang – Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), menyusul beredarnya kabar lolosnya salah satu pejabat berinisial JD yang diduga bermasalah.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Junda, saat dikonfirmasi soal isu tersebut memilih irit bicara. Ia hanya menegaskan bahwa proses fit job berjalan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

“Proses fit job sudah berjalan, hasilnya sudah kami serahkan ke BKN untuk mendapatkan persetujuan. Setelah ada persetujuan dari BKN, baru kami minta Kemendagri untuk melantik pejabat yang terpilih,” ujar Junda, Kamis 19/6/2025.

Ditegaskan Junda, tahapan seleksi dilakukan dengan menelusuri rekam jejak peserta dan uji presentasi melalui wawancara. Namun, ketika ditanya soal siapa saja yang dinyatakan lolos, Junda menolak memberikan informasi lebih lanjut.

“Hasilnya tunggu saja. Kami tidak bisa ungkap sekarang,” Ucapnya singkat.

Isu dugaan pelanggaran dalam seleksi fit job ini semakin menguat setelah muncul kabar tentang lolosnya nama JD, yang disebut-sebut menyalahi ketentuan UU ASN.

Sayangnya, Junda tak mau memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut.

“Nanti dilihat saja. Yang jelas, tidak akan ada keputusan yang bertentangan dengan perundang-undangan,” ungkapnya.

Sikap tertutup pansel ini justru memperbesar kecurigaan publik. Apalagi, posisi eselon II merupakan jabatan strategis yang menentukan arah kebijakan pembangunan di Sulawesi Barat.

Publik berhak mengetahui proses seleksi tersebut dilakukan secara transparan, bukan sekadar formalitas untuk melegitimasi kepentingan tertentu.

“Menurut aturan, pansel hanya bertugas melakukan seleksi dan menyerahkan hasilnya kepada pejabat pembina kepegawaian, dalam hal ini Gubernur Sulbar, untuk diusulkan ke BKN.” Tutupnya.

Namun, apabila dalam prosesnya terdapat indikasi pelanggaran atau rekayasa, maka keabsahan hasil seleksi bisa dipertanyakan.

Desakan agar proses seleksi ini dibuka secara transparan mulai bermunculan di kalangan masyarakat sipil. Mereka mendesak agar hasil seleksi tidak dijadikan ruang kompromi politik, melainkan betul-betul menghasilkan pejabat berintegritas, profesional, dan sesuai dengan amanat reformasi birokrasi.

Penulis : Muhammad Taufiq Hidayat

Berita Terkait

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar
Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai
Inisial R Disorot, BK DPRD Sulbar Tegaskan Tak Akan Gegabah Proses Laporan
Jalaluddin, Putra Tanah Mandar yang Disebut-sebut Layak Mengisi Kursi Wagub Sulbar
Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik
Ray Akbar, Pemblokiran ASN Bukti Kepemimpinan Gagap

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WITA

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WITA

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema

Rabu, 29 April 2026 - 20:05 WITA

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri

Senin, 20 April 2026 - 05:58 WITA

PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai

Rabu, 15 April 2026 - 10:13 WITA

Inisial R Disorot, BK DPRD Sulbar Tegaskan Tak Akan Gegabah Proses Laporan

Berita Terbaru

Uncategorized

Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:57 WITA

Uncategorized

Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:35 WITA