Ratusan Honorer Tagih Janji PPPK, Isu Afiliasi Parpol Mengemuka

- Penulis

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, Suarasulbar.id — Janji pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu kembali ditagih. Ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam tenaga kesehatan (nakes) dan guru menggelar aksi demonstrasi di Pendopo, dan akan di lanjutkan di kantor Bupati Mamuju. Minggu (4/1/2026).

Aksi ini menjadi lanjutan kekecewaan para honorer atas janji Bupati Mamuju yang hingga kini belum terealisasi.

Padahal, pada aksi besar-besaran tahun 2025 lalu, pemerintah kabupaten secara terbuka berjanji akan mengakomodasi honorer nakes dan guru melalui skema PPPK paruh waktu.

Namun, janji tersebut dinilai hanya berhenti di level wacana. Hingga memasuki tahun 2026, para honorer mengaku belum melihat kejelasan kebijakan maupun jadwal pasti pengangkatan.

Salah seorang tenaga honorer kesehatan, Nurhayati, menegaskan bahwa aksi kali ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk penagihan serius atas komitmen kepala daerah.

“Kami turun hari ini sampai besok. Kami menagih janji Bupati Mamuju sendiri. Guru yang dijanjikan sekitar 400an orang dan nakes lebih dari 500 orang. Sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Nurhayati.

Lebih jauh, kekecewaan honorer semakin memuncak setelah beredar sebuah dugaan bahwa salah satu honorer yang diangkat PPPK paruh waktu, terdapat salah seorang anggota partai politik.

Sementara ribuan honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun justru masih terkatung-katung nasibnya.

“Kami berharap Bupati Mamuju Menepati janji yang sudah ia ungkapkan” tegasnya

Isu tersebut memantik pertanyaan serius soal keadilan, transparansi, dan prioritas kebijakan Pemkab Mamuju dalam pengangkatan PPPK.

Para honorer menilai, jika benar terjadi, hal itu mencederai rasa keadilan dan memperkuat dugaan bahwa janji kepada honorer hanya dijadikan alat meredam aksi, bukan komitmen yang sungguh-sungguh diperjuangkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Mamuju belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan aksi maupun isu dugaan pengangkatan PPPK paruh waktu dari kalangan parpol.

Para nakes dan guru menegaskan akan terus bertahan dan meningkatkan tekanan hingga pemerintah daerah memberikan kepastian, bukan sekadar janji politik yang berulang kali diucapkan namun tak kunjung ditepati.

Penulis : Muh Taufiq Hidayat

Berita Terkait

Dari Kelas hingga UMKM, Celebes Education Festival 2026 Rayakan Karya dan Kreasi Sulawesi
Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu
FORKI Mamuju Borong Prestasi di Kejuaraan Karate Sulbar 2026, Raih Juara Umum III Open Tournament dan Juara I Festival
Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar
Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema
Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:17 WITA

Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WITA

FORKI Mamuju Borong Prestasi di Kejuaraan Karate Sulbar 2026, Raih Juara Umum III Open Tournament dan Juara I Festival

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WITA

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WITA

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:52 WITA

Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar

Berita Terbaru

Uncategorized

Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:57 WITA

Uncategorized

Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:35 WITA