Mamuju, Suarasulbar.id — Tidak semua peluncuran produk lahir dengan suasana khidmat, hangat, dan penuh makna. Namun yang terjadi di Aula Masjid Suhada, Mamuju, Sabtu (17/1/2026), benar-benar berbeda. Dari ruang yang sarat nilai spiritual itulah, Haiyu Inlimate Wash, brand lokal asli Sulawesi Barat, resmi diperkenalkan kepada publik.
Peluncuran ini bukan sekedar memperkenalkan sebuah produk perawatan perempuan. Ia hadir sebagai peristiwa penting dalam sejarah kemajuan ekonomi sulawesi barat yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, seakan menegaskan bahwa usaha, kreativitas, dan ikhtiar ekonomi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keimanan.
Sejak awal acara, suasana terasa hidup. Bukan hiruk-pikuk berlebihan, melainkan kehangatan yang tumbuh dari rasa bangga, bangga melihat karya anak daerah, bangga melihat Sulawesi Barat memperkenalkan dirinya dengan cara yang berkelas.

Grand launching Haiyu Inlimate Wash ini digelar selama dua hari. Hari pertama menjadi pembuka yang kuat, mempertemukan peluncuran produk dengan pertunjukan budaya dan religius. Sementara puncak acara dijadwalkan berlangsung pada hari kedua, yang diyakini akan semakin mempertegas posisi Haiyu sebagai brand yang layak diperhitungkan.
Acara terasa semakin semarak ketika fashion show Islamic ditampilkan. Bukan sekadar peragaan busana, tetapi panggung identitas. Kain-kain bermotif lokal Sulawesi Barat diperlihatkan dengan anggun, motif Sekomandi khas Mamuju dan perahu Sandeq khas Mandar tampil bukan sebagai ornamen, melainkan sebagai cerita tentang laut, darat, sejarah, dan kearifan lokal yang selama ini hidup di masyarakat.
Sorak dan tepuk tangan juga mengalir saat lomba qasidah anak digelar. Suara-suara kecil yang melantunkan pujian menjadi pengingat bahwa acara ini tidak hanya merayakan hari ini, tetapi juga menanamkan nilai untuk generasi esok.
Hadir langsung dalam momentum bersejarah ini, Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, ST, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas lahirnya Haiyu sebagai brand lokal yang tumbuh dari keberanian dan kreativitas anak daerah.
“Pemerintah daerah tentu sangat mendukung seluruh buah tangan masyarakat kita, terutama UMKM yang ingin berkembang dan naik kelas,” ujar Yuki Permana.
Baginya, Haiyu Inlimate Wash bukan sekadar produk kecantikan, melainkan simbol bahwa Sulawesi Barat mampu melahirkan karya yang siap bersaing lebih jauh.
“Ini produk kecantikan. Artinya pasarnya tidak terbatas di Sulawesi Barat saja. Peluang nasional hingga ekspor itu terbuka lebar,” ungkapnya optimistis.
Namun yang membuat Haiyu terasa istimewa, lanjut Yuki, adalah keberaniannya membawa budaya lokal ke dalam produk.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi bagaimana kita memperkenalkan Mamuju dan Sulawesi Barat lewat karya. Budaya lokal kita ikut dibawa ke tingkat nasional,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa tumbuhnya brand lokal seperti Haiyu akan memberikan dampak nyata bagi daerah, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Karena ini produk lokal dan perusahaannya ada di Mamuju, maka pajaknya PPN dan PPh Insya Allah akan kembali ke daerah, bukan keluar,” ujarnya.
Di balik Haiyu Inlimate Wash, berdiri Andi Hamdiah, S.H., M.Hum, seorang perempuan Sulawesi Barat yang memilih jalan sunyi namun bermakna, membangun brand dengan identitas daerah. Melalui Haiyu, ia menghadirkan produk perawatan perempuan sekaligus menjadikan kain bermotif lokal sebagai medium cerita tentang Mamuju, Mandar, dan Sulawesi Barat yang kaya nilai.
Langkah ini menjadikan Haiyu bukan hanya brand, tetapi pernyataan sikap, bahwa modernitas tidak harus meninggalkan akar, dan bahwa produk lokal dapat tampil elegan tanpa kehilangan jati diri.
Dari Aula Masjid Suhada, Haiyu Inlimate Wash memulai perjalanannya. Bukan dengan gegap gempita kosong, tetapi dengan makna. Ia hadir membawa pesan bahwa UMKM Sulawesi Barat bisa tumbuh dengan karakter, spiritualitas, dan kebudayaan yang menyatu.
Sebuah awal yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga membanggakan secara batin.

Penulis : Muhammad Taufiq Hidayat












