Mamuju, Suarasulbar.id — Upaya memperkuat kualitas pertandingan karate di Sulawesi Barat mulai dipersiapkan secara serius.
Puluhan peserta dari berbagai perguruan mengikuti penataran wasit dan juri yang digelar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Sulawesi Barat di Mamuju, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Open Tournament Piala Gubernur yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Penataran difokuskan pada peningkatan kapasitas serta pembaruan pemahaman aturan pertandingan bagi para wasit dan juri.

Ketua Harian FORKI Sulbar, Ahmad Lamo, menegaskan pentingnya lisensi dan kompetensi dalam memimpin pertandingan.
“Penataran ini kita laksanakan sebagai persiapan kejuaraan. Wasit dan juri harus memiliki lisensi, karena tanpa itu tidak bisa memimpin pertandingan. Ini soal profesionalisme,” ujarnya.
Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

Mereka mendapatkan materi langsung dari dua anggota Dewan Wasit FORKI Pusat, yakni Frontus Akhir dan Sian Dhani, yang membawakan pembaruan regulasi pertandingan tahun 2026.
Menurut Ahmad Lamo, perubahan aturan menjadi alasan utama digelarnya penataran, sekaligus sebagai ajang penyegaran bagi wasit yang sudah berlisensi agar tetap siap saat bertugas di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri Firmadi Abd Rahim, yang juga menjabat sebagai Ketua FORKI Kabupaten Mamuju. Kehadirannya menjadi simbol dukungan legislatif terhadap pembinaan olahraga, khususnya karate di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Firmadi menekankan bahwa pembinaan karate tidak hanya soal mencetak atlet, tetapi juga membangun sistem yang kuat dari hulu ke hilir.
“Karate ini bukan hanya tentang siapa yang menang di atas tatami, tapi bagaimana kita membangun karakter, disiplin, dan sportivitas. Wasit dan juri adalah penjaga marwah pertandingan. Kalau mereka kuat, maka kualitas kejuaraan kita juga akan dihormati,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan karate di Mamuju, baik melalui dukungan kebijakan maupun pembinaan organisasi.

“Kami di FORKI Mamuju ingin memastikan bahwa setiap event bukan hanya ramai, tapi berkualitas. Kita ingin Mamuju dikenal bukan sekadar sebagai tuan rumah, tetapi sebagai daerah yang melahirkan karateka dan perangkat pertandingan yang berkelas,” tambahnya.
Penataran ini diharapkan melahirkan wasit dan juri yang tidak hanya memahami aturan terbaru, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam memimpin pertandingan, sehingga pelaksanaan kejuaraan karate di Sulawesi Barat dapat berjalan profesional dan berstandar nasional.












