Suarasulbar.id,MAMUJU | Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudan (OKP) Sulawesi Barat (Sulbar), melakukan aksi unjuk rasa di simpang empat Jl Jendral Sudirman, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Rabu (8/10/2024) sore.
Puluhan mahasiswa itu menutup setengah badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan di dari arah Jl Jendral Sudirman, dan Jl RE Martadinata.
Aksi mahasiswa itu diwarnai dengan bakar ban bekas hingga menimbulkan kepulan asap di sekitar lokasi demonstrasi.
Mereka menyuarakan sejumlah kebijakan PJ Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin yang dianggap tidak pro rakyat.
Mahasiswa,menuntut agar PJ Gubernur Bahtiar menyelesaikan sejumlah persoalan seperti pembayaran gaji honorer, pembayaran hadiah peserta Sandeq Heritage Festival 2024, dan juga soal beasiswa.
Tidak hanya itu, demonstran juga menerbangkan balon udara dengan menaruh gambar Bahtiar Baharuddin sebagi simbol perlawanan dan mengusir PJ Gubernur Sulbar dari Bumi Malaqbi.
“Kalau PJ Bahtiar tidak mau meninggalkan Sulbar, karena tidak mampu menyelesaikan bantuan gempa, beasiswa untuk pemuda, untuk pembayaran peserta Sandeq. Maka dengan simbol (balon udara) memaksakan Pj Bahtiar untuk tinggalkan Sulbar,” ungkap Ketua Badko HMI Sulselbar Muhammad Ahyar.
Sementara itu, Sekretaris HMI Mamuju Hajril menyatakan progam sukun dan pisang cavendish merupakan sesuatu yang ugal-ugalan dan tidak urgensi.
“Program pisang dan sukun menurut kami merupakan kegundahan dan dianggap ugal-ugalan. Harusnya Pj Gubernur Sulbar ini fokus dulu di progam beasiswa dan juga itu pembayaran peserta Sandeq mesti diperhatikan,” tegasnya.
Dia menambahkan, aksi yang dilakukan akan terus berlanjut dan segera koordinasi dengan mahasiswa di setiap kabupaten di Sulbar demi menggulingkan PJ Bahtiar dari Bumi Malaqbi.
“Kami target tanggal 20 Oktober 2024 kami akan aksi besar-besaran dan tidak akan berhenti jika Bahtiar tidak dicopot dari jabatannya sebagai PJ Gubernur Sulbar,” pungkasnya.












