Mamuju, Suarasulbar.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat kembali merilis perkembangan indikator strategis perekonomian daerah periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Senin 1/12/25.
Data terbaru ini menggambarkan dinamika aktivitas ekonomi di enam kabupaten, dengan sejumlah capaian yang patut dicermati, terutama pertumbuhan bulanan, tahunan, serta kinerja kumulatif Januari–Oktober.
Dalam rilis tersebut, BPS menampilkan pergerakan signifikan pada beberapa kabupaten, baik dalam hal peningkatan maupun perlambatan.
Secara umum, total aktivitas ekonomi yang tercermin dalam indikator utama dari Majene hingga Mamuju Tengah menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun.
Dibandingkan Oktober 2024, seluruh kabupaten mencatat kenaikan cukup besar pada Oktober 2025.
Pasangkayu dan Mamuju Tengah menjadi daerah dengan lonjakan tertinggi, masing-masing tumbuh 46,82 persen dan 60,47 persen, menunjukkan adanya geliat ekonomi yang sangat kuat dalam periode satu tahun.
Sementara itu, Mamasa juga mencatat peningkatan signifikan sebesar 40,09 persen, disusul Majene (36,68 persen), Polewali Mandar (38,65 persen), dan Mamuju (20,74 persen). Secara agregat, pertumbuhan tahunan Sulawesi Barat mencapai 37,40 persen, menandakan pemulihan ekonomi yang sangat positif.
Jika dibandingkan September 2025, perubahan Oktober 2025 memperlihatkan pola bervariasi. Tiga kabupaten justru mengalami kontraksi, yakni :
1. Majene, turun 2,94 persen
2. Mamuju, turun 1,61 persen
3. Mamuju Tengah, turun 3,77 persen
Sementara Polewali Mandar, Mamasa, dan Pasangkayu menunjukkan kenaikan bulanan antara 2,98 hingga 11,12 persen.
Secara total, Sulawesi Barat masih mencatat peningkatan bulanan sebesar 3,42 persen, menandakan aktivitas ekonomi tetap bergerak positif meski beberapa daerah mengalami penyesuaian.
Jika mengukur kinerja akumulatif Januari–Oktober 2025 dibanding periode yang sama tahun 2024, seluruh kabupaten Sulbar menunjukkan kenaikan, meski dengan variasi antarwilayah.
1. Majene tumbuh 16,46 persen
2. Polewali Mandar naik 12,84 persen
3. Mamasa tumbuh 3,12 persen
4. Mamuju naik 10,63 persen
5. Pasangkayu tumbuh 19,36 persen
6. Mamuju Tengah menjadi yang tertinggi dengan lonjakan 28,99 persen
Secara keseluruhan, Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan kumulatif 14,48 persen.
Menurut BPS Sulawesi Barat, tren peningkatan tahunan menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi pasca berbagai penyesuaian 2024.
Namun, variasi pertumbuhan bulanan menggambarkan bahwa beberapa sektor masih menghadapi tekanan.
Meski begitu, kinerja tahunan yang sangat kuat di Pasangkayu dan Mamuju Tengah dinilai sebagai sinyal bahwa pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru mulai terbentuk dan mendorong struktur ekonomi provinsi secara keseluruhan.












