Suarasulbar.id, Mamuju – Di tengah sorotan publik terhadap harga beras yang terus merangkak naik, Perum Bulog Mamuju bergerak cepat merespons kondisi di lapangan. Berdasarkan arahan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog siap menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara lebih masif di wilayah Mamuju.
Abdul Kasim, Asisten Manajer Operasional Bulog Mamuju, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima perintah penyaluran SPHP sejak Selasa malam dan langsung melakukan koordinasi lintas instansi untuk menyiapkan distribusi secara cepat dan tepat sasaran.
“Tadi malam sudah ada perintah langsung dari Bapanas untuk mulai penyaluran SPHP. Hari ini kami rapat bersama Dinas Sosial dan para camat untuk menentukan lokasi dan teknis penyaluran. Rencananya, dua bulan alokasi bantuan pangan akan kita salurkan sekaligus pada bulan Juli ini,” terang Abdul Kasim, Rabu (9/7).
Bulog menegaskan, harga beras SPHP tetap mengacu pada ketentuan resmi, yakni Rp11.000 per kilogram, agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas. Penyaluran SPHP akan dilakukan di berbagai pasar tradisional serta melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan GPM Daerah (GPMD) bersama pemerintah provinsi dan kabupaten.
Lebih lanjut, Abdul Kasim juga meluruskan informasi terkait angka penyerapaan beras.
“Stok di gudang Bulog Mamuju saat ini ada 4.041 ton. Jadi informasi soal 40 ribu ton perlu diklarifikasi, karena kapasitas gudang kami belum mampu menampung jumlah sebesar itu. Namun, stok yang ada akan kami optimalkan untuk stabilisasi harga dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Bulog Mamuju juga memastikan bahwa proses distribusi dilakukan secara transparan dan diawasi bersama pihak-pihak terkait agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Dengan langkah sigap dan kolaboratif ini, Bulog Mamuju menegaskan posisinya sebagai garda depan dalam menjaga ketahanan pangan dan keadilan distribusi di Mamuju. Sinergi antara Bulog, Bapanas, pemerintah daerah, dan dinas terkait diharapkan mampu menahan laju inflasi pangan dan memberi rasa tenang di tengah masyarakat.












