Suarasulbar.id, Majene – Peringatan Hari Jadi Majene (HJM) ke-480, yang semestinya menjadi momentum perayaan, justru dimanfaatkan Anggota DPRD Majene dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sudirman, untuk menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majene yang dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Sekda Majene, unsur Forkopimda, hingga seluruh pimpinan OPD, Sudirman menegaskan bahwa HJM tidak boleh berhenti di seremonial belaka. Menurutnya, ini harus menjadi momen evaluasi serius atas berbagai persoalan yang masih membelit masyarakat.
“Peringatan HJM ini jangan hanya seremonial. Ini waktunya pemerintah melihat langsung problem rakyat dan segera menyelesaikannya,” kata Sudirman usai rapat, Jumat (15/8/2025).
Dari sejumlah isu yang diangkat, Sudirman memberi tekanan khusus pada masalah pelayanan kesehatan di RSUD Majene. Ia mengungkap, keterbatasan persediaan obat telah membuat pasien BPJS terpaksa membeli obat di apotek luar rumah sakit. Kondisi ini, katanya, memberatkan warga dan mengindikasikan lemahnya manajemen pengadaan di rumah sakit daerah.
“Pasien BPJS sudah membayar iuran, mestinya hak mereka untuk mendapatkan pelayanan penuh, termasuk ketersediaan obat, dijamin. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus segera evaluasi,” tegasnya.
Selain kesehatan, Sudirman juga menyinggung aksesibilitas Desa Salutahongan di Kecamatan Malunda, yang hingga kini tak bisa dijangkau kendaraan roda empat karena ketiadaan jembatan penghubung ke Desa Lombang Timur dan kondisi jalan yang memprihatinkan. Akibatnya, warga yang sakit sering kali harus ditandu berkilometer untuk mendapatkan perawatan.
“Ini 480 tahun Majene, tapi masih ada desa yang akses jalannya seperti zaman dulu. Ini ironis,” ucapnya.
Di bidang pendidikan, Sudirman menyebut mobil dalmas di Kantor Kecamatan Malunda yang sebelumnya berfungsi sebagai bus sekolah sudah tidak beroperasi lebih dari satu dekade akibat ketiadaan biaya operasional.
“Harapan kami, kendaraan itu bisa difungsikan kembali demi kelancaran anak-anak sekolah,” tambahnya.
Sudirman menegaskan bahwa pihaknya di DPRD akan terus mengawal agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti pemerintah daerah. Ia berharap HJM tahun ini menjadi titik balik Majene menuju perbaikan layanan publik yang nyata.
“Sitaiang Apiangang Mammesa di Allewuang Mappasukkuq Palluluareang, mari kita wujudkan Majene yang bersatu, saling menguatkan, dan benar-benar memikirkan rakyat,” tutupnya.












