Suarasulbar.id, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat tingkat inflasi year on year (y-on-y) pada 2 April 2025 sebesar 3,36 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,08.
Dari enam kabupaten yang dihitung, Mamuju mengalami inflasi tertinggi sebesar 3,95 persen dengan IHK 108,99. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Majene sebesar 3,00 persen dengan IHK 109,14.
Kepala BPS Sulbar menjelaskan, inflasi y-on-y ini didorong oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 7,55 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,20 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 2,94 persen.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat naik 1,35 persen, kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,87 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,58 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,42 persen, kelompok kesehatan 0,37 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,16 persen.
Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yakni kelompok transportasi sebesar 0,08 persen dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan sebesar 0,57 persen.
Untuk tingkat inflasi month to month (m-to-m), Provinsi Sulawesi Barat mencatat kenaikan 1,51 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) mencapai 2,15 persen hingga April 2025.
Penulis : Muhammad Taufiq hidayat
Editor : Ahmad Fadil












