Suarasulbar.id, Mamuju — Sebuah momentum bersejarah terjadi di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat, Senin 14 Juli 2025. Sebuah masjid megah berdiri kokoh di halaman kantor Kejati Sulbar di Mamuju, dan diberi nama Masjid Baharuddin Lopa, sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok besar asal Sulbar yang dikenal sebagai jaksa agung paling berani dan berintegritas dalam sejarah hukum Indonesia.
Peresmian masjid berlangsung khidmat dan penuh makna. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Kepala Kejati Sulbar Andi Darmawangsa, jajaran pejabat kejaksaan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan istimewa termasuk Iskandar Muda Baharuddin Lopa, putra dari almarhum Baharuddin Lopa.
Dalam sambutannya, Kajati Sulbar Andi Darmawangsa menegaskan bahwa kehadiran Masjid Baharuddin Lopa bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan spiritual para pegawai, namun menjadi landasan moral dan simbol integritas dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Penamaan masjid ini adalah bentuk penghormatan kepada almarhum Baharuddin Lopa. Beliau adalah sosok teladan yang mewariskan nilai kejujuran, keberanian, dan integritas nilai-nilai yang wajib kami junjung tinggi dalam tugas kami sebagai aparat penegak hukum,” tegas Andi.
Masjid ini dibangun dengan semangat kebersamaan dan didedikasikan sebagai ruang pembinaan rohani dan karakter aparatur kejaksaan, di tengah dinamika tugas yang kerap menghadapkan mereka pada godaan kekuasaan dan kepentingan.
Sementara itu, suasana haru terasa saat Iskandar Muda, putra dari Baharuddin Lopa, menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas penamaan masjid ini, saat ditemui wartawan.
“Kami sekeluarga merasa sangat terharu dan bangga. Nama ayah kami disematkan untuk tempat suci ini, di lingkungan institusi hukum, tempat beliau mengabdikan hidupnya. Ini bukan sekadar bangunan, ini adalah simbol perjuangan nilai-nilai yang beliau titipkan, keberanian, kejujuran, dan iman,” tutur Iskandar dengan mata berkaca-kaca.
Iskandar juga membagikan sepenggal kisah inspiratif tentang ayahnya yang dikenal luas karena keberaniannya menghadapi mafia hukum.
“Kami biasa memanggil beliau ‘A’ba’. Pernah saya tanya, ‘A’ba, kenapa A’ba berani sekali?’ Beliau menjawab, ‘kamu bisa jujur kalau imanmu kuat’. Itulah prinsip hidupnya.” Tutupnya.
Selain peresmian masjid, Kejati Sulbar juga meresmikan Gedung Sapota dan Rumah Aspirasi, sebagai upaya meningkatkan transparansi dan membuka ruang dialog antara kejaksaan dan masyarakat.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam keterangannya mengapresiasi Kejati Sulbar yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat pondasi moral dan pelayanan publik.
Masjid Baharuddin Lopa kini berdiri sebagai penanda nilai-nilai luhur di tengah institusi penegak hukum, menjadi pengingat abadi akan warisan moral seorang putra terbaik Sulawesi Barat Baharuddin Lopa, jaksa agung yang hidupnya diabdikan untuk keadilan dan kebenaran.












