Suarasulbar.id, MAMUJU – Bencana tanah longsor yang terjadi di Lingkungan Tapodede dan Tamasapi, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju pada Minggu malam, 26 Januari 2025, telah menyisakan duka mendalam.
Empat nyawa melayang akibat longsor menimpa dua rumah warga di wilayah tersebut.
Menyikapi kejadian ini, Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Kami turut berbelasungkawa dan menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya terhadap korban dan penyintas bencana longsor di Mamuju,” ungkap Bahtiar dalam keterangannya, Senin (27/1/2025).
Sejak mendapatkan laporan kejadian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah bergerak cepat menuju lokasi bencana.
Bahtiar juga telah menginstruksikan BPBD untuk berkoordinasi dengan Basarnas, Korem 143/Tatag, dan Polda Sulbar dalam upaya penanganan bencana.
“Saya sudah arahkan Pemkab Mamuju segera buat SK tanggap darurat. Sewa alat berat swasta di Mamuju lalu arahkan untuk atasi lapangan. Pemkab bisa bayar pakai BTT,” tegas Bahtiar.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah menetapkan status siaga tanggap darurat bencana sejak musim hujan tiba.
Hal ini mengingat Sulawesi Barat merupakan wilayah yang rawan bencana, khususnya tanah longsor.
Data warga korban meninggal dunia dan korban luka tertimpa longsor:
Bencana tanah longsor menerjang Lingkungan Tapodede, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, pada Minggu malam (26/1), mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.
Peristiwa tragis ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Menurut keterangan warga, Taufiq, longsor menimpa sejumlah rumah warga, menyebabkan kerusakan parah dan menelan korban jiwa.
Tim SAR dan medis yang dikerahkan ke lokasi kejadian mengalami kesulitan dalam melakukan evakuasi akibat terhalang material longsor yang menutup akses jalan.
“Ambulans dan tim SAR kesulitan mencapai lokasi karena jalan tertutup longsoran,” ujar Taufiq.
Beberapa korban terpaksa ditandu oleh warga menuju ambulans.
Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Mamuju meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan.
Tanah yang labil menjadi ancaman bagi keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Nurlela (24), Nasril (40), Aisyah (4), dan seorang balita berusia 1 bulan.
Seluruh korban berasal dari Lingkungan Tamasapi dan Kadolang, Kelurahan Mamunyu.
Selain korban jiwa, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Di antaranya, Syahrul (50) yang mengalami luka robek di kepala, dan Irawati (40) yang mengalami luka-luka.
Penulis : Sukardi
Editor : Super Aji












