Sekum HMI Soroti Kenaikan PBB 30 Persen di Mamuju, Berpotensi Bebani Rakyat dan UMKM

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 12:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id, Mamuju – Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju, Hajril Hajura, menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 30 persen perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif. Menurutnya, kenaikan tersebut berpotensi menekan masyarakat kecil dan menghambat geliat perekonomian lokal.

“Pemkab Mamuju seharusnya melakukan studi dampak yang menyeluruh untuk memahami efek dari kenaikan PBB terhadap setiap lapisan masyarakat. Pemerintah juga perlu lebih transparan dan melibatkan masyarakat dalam proses kebijakan,” tegas Hajril, Senin (18/8/2025).

Ia menilai, meskipun kenaikan pajak lebih difokuskan pada sektor komersial, dampaknya tetap akan berimbas pada masyarakat luas. Kenaikan biaya pada sektor usaha hampir pasti akan diteruskan dalam bentuk harga barang dan jasa, sehingga membebani konsumen.

“Ini bisa menekan UMKM dan menghambat ekonomi lokal. Membandingkan kebijakan PBB Mamuju dengan daerah lain, seperti Pati di Jawa yang naik ratusan persen, jelas tidak apple to apple. Fakta bahwa kenaikan di Mamuju hanya 30 persen bukan berarti otomatis wajar. Rutin dilakukan tiap tiga tahun juga tidak serta merta membuatnya tidak membebani masyarakat,” ujarnya.

Hajril menekankan kondisi ekonomi masyarakat tidak selalu sejalan dengan inflasi atau penyesuaian pajak.

“Bagi rumah tangga dengan pendapatan stagnan atau bahkan menurun, kenaikan 30 persen bisa menjadi beban tambahan yang signifikan,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menilai kebijakan ini bisa menjadi alibi bagi Pemkab Mamuju untuk membuka pintu investasi besar-besaran tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Kami tidak anti investasi, tapi pemerintah harus memastikan setiap investasi berjalan sesuai prosedur, transparan, dan tetap menjunjung tinggi kepentingan rakyat, terutama terkait dampak lingkungan. Apalagi, belakangan banyak investasi di Mamuju yang masuk ke sektor tambang,” pungkasnya.

Hajril mendesak Pemkab Mamuju agar mempertimbangkan strategi yang lebih inovatif dan berimbang dalam mengelola kebijakan fiskal, sehingga pembangunan daerah tidak justru menekan rakyat yang menjadi prioritas utama.

Berita Terkait

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema
Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai
Inisial R Disorot, BK DPRD Sulbar Tegaskan Tak Akan Gegabah Proses Laporan
Jalaluddin, Putra Tanah Mandar yang Disebut-sebut Layak Mengisi Kursi Wagub Sulbar
Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik
OPINI : Amanah Kekuasaan dan Ancaman Retaknya Persaudaraan

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WITA

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:52 WITA

Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar

Rabu, 29 April 2026 - 20:05 WITA

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri

Senin, 20 April 2026 - 05:58 WITA

PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai

Rabu, 15 April 2026 - 10:13 WITA

Inisial R Disorot, BK DPRD Sulbar Tegaskan Tak Akan Gegabah Proses Laporan

Berita Terbaru

Politik

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WITA

Uncategorized

Iqbal Pulang ke Basis Perjuangan, Sapa Mahasiswa Mamuju di Jogja

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:12 WITA

Uncategorized

Program Sobat Sawit, Upaya Serap Tenaga Kerja Lulusan SMK

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:22 WITA