Suami Terlibat Kecelakaan, IRT di Mamuju Difitnah di Sosmed Kini Polisikan Sejumlah Akun Instagram

- Penulis

Selasa, 24 September 2024 - 17:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id MAMUJU– Seorang ibu rumah tangga (IRT) Hj.Hijrana Wahab di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) buka suara soal kejadian kecelakaan lalu lintas yang berbenturan pemotor di depan Matos Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, pada 25 juli 2024 lalu.

Kejadian ini viral di media sosial Instagram karena anak dari korban yang berbenturan dengan suami Hj.Hijrana wahab dianggap tidak bertanggung jawab untuk memberikan biaya.

Atas unggahan anak korban di media sosial itu mendapat perhatian publik, dimana Hj.Hijrana Wahab yang akrab dipanggil Hj.iji dihujat sejumlah pengguna sosial media di akun instagram milik @Kabarsulbar.

Dalam unggahan tersebut foto Hj Iji (foto tahun 2022) diambil dan diposting kemudian diberi tulisan “penabrak” seolah-olah dialah pelaku yang menabrak dan dituding tidak memperhatikan korban saat berada di rumah sakit.

Kemudian Hj Hijrana juga dituduh oleh keluarga korban pergi berlibur ke Singapura, padahal dia sedang berada di Mamuju sedang bekerja.

Sehingga Hijrana menganggap postingan viral itu adalah fitnah, menyebar kebohongan, bahkan menggiring opini bahwa Hj.iji tidak bertanggung jawab atas peristiwa kecelakaan itu.

Sehingga menimbulkan kegaduhan,keresahan bahkan ujaran kebencian di medsos.

“Padahal saat kami bersama sama di Rumah sakit regional saya sudah menjelaskan bahwa yang membawa mobil adalah suami saya tapi kok saya yang di serang foto saya diambil dan diposting hingga viral di sejumlah media sosial baik Instagram dan Facebook dan banyak akun yang me repost,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (24/9/2024).

Wanita sapaan Hj.Iji ini, akan melaporkan akun Instagram yang memposting foto dirinya karena ia menganggap semua tuduhan pengunggah di media sosial tidak benar atau Hoax.

Hj.Hijrana Wahab menceritakan, awal kejadian kecelakaan saat itu kamis tgl 25 Juli 2024 sekitar pukul 07.20 pagi diantar oleh suaminya untuk menuju ke kantor di Jl Yos Sudarso Mamuju.

Dalam perjalanan, mobil yang ditumpangi Hj.Hijrana Wahab tidak sengaja berbenturan dengan motor yang ada di sebelah kiri kami yang kami tidak melihat hingga korban jatuh,” kata Hj.Hijrana saat ditemui di kediamannya,Selasa (24/9/2024).

Saat kejadian, Hj Hijrana wahab langsung turun dari mobil juga suaminya dan langsung mengambil dan membawa korban ke Rumah Sakit Regional Sulbar untuk menjalani perawatan.

Setibanya di RS oleh Hj Hijrana Wahab mengurus semua administrasi RS dan langsung menghubungi anak korban Nining mengabarkan kecelakaan ini, agar segera ke mamuju karena waktu itu anaknya korban posisi di polewali dan saat itu juga saya menyuruh suami melaporkan ke Polresta kejadian kecelakaan, juga untuk pengurusan agar Klaim BPJS dan Jasa Raharja (AJR) dapat berjalan.

Hj Hijrana wahab langsung berkomunikasi dengan pihak jasa raharja meminta agar klaim AJR sebesar Rp 21,5 juta dapat dijalankan dan Alhamdulillah saat itu juga sudah dapat berjalan dan mengawal biaya Klaim AJR sampai ke RS di Makassar.

Hj.Hijrana Wahab juga mengemukakan bahwa saat kejadian dua hari berturut turut waktu nya lebih banyak di RS regional Prov Sulbar dari pada di kantor, mengawal sampai mobil ambulance korban berangkat ke Makassar, sebelum berangkat saya sempat memberi zikir digital warna merah ke tante dan membisikkan kalimat apabila diperjalanan tante tidak tertidur, berzikirlah sepanjang jalan insyaAllah mukjizat Allah akan ada.

ini sebagai bentuk perhatian, empati dan pertanggung jawabannya untuk memperhatikan korban, apalagi korban ternyata tante saya sepupu satu kali dari mama saya, jadi masih sangat dekat, Terang Hj.Hijrana Wahab

Lanjut Hj.Hijrana Wahab menerangkan, tgl 25 juli 2024 kecelakaan, tgl 26 juli 2024 menantunya mengajak duduk bersama dan bersepakat Damai secara kekeluargaan yang dituangkan dalam surat perjanjian dan di tandatangani saksi dari pihak keluarga kami.

Bahwa dari perjanjian yang dibuat kami sudah menjalankan isi perjanjian seperti biaya ambulance, biaya yang timbul yang tidak tercover BPJS adalah tanggungan kami dan perbaikan motor (atas permintaan menantunya) juga kami sudah perbaiki.

Hj.Hijrana juga menuturkan bahwa kami kooperatif dengan memberitahu silahkan koordinasikan jika ada biaya obat yang timbul, oleh menantu akan mengupdate ke kami, sejak kejadian kecelakaan kami juga aktif menanyakan kondisi kesehatan tante ke tiga anak beliau dan selalu mendoakan disetiap shalat 5 waktu kami, setelah operasi sampai sekarang.

“Tanggal 3 Agust 2024 saya ke makassar, om saya, tante saya dan sepupu kami berlima berkunjung ke sana, Tapi anehnya saat saya mau masuk ke kamar pasien di pintu saya di halangi menantu korban dengan kalimat ‘Om Aji saja, yang lain harap dimengerti’ saya langsung bilang tidak apa-apa sambil saya mundur dan duduk di teras sambil menenangkan diri saya, dan saat saya tidak melihat menantunya saya memberanikan diri langsung masuk ke kamar pasien,” bebernya.

“Alhamdulillah saya bertemu tante yang sedang bersandar di tempat tidur pasien, di temani anak anak beliau termasuk nining, suaminya nining yang sedang memijat tante dan saya juga ikut memijat tante, sambil menanyakan kondisi dan memberikan semangat dan doa kepada tante agar jangan terlalu banyak berpikir insyaAllah tante pasti sembuh, dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga di polewali beliau berkata terimakasih nak iji, beliau sangat saya hormati karena beliau sangat baik, santun dan lembut jika berbicara,” Ujar Iji menceritakan kejadian sebenarnya.

“Saat mau pulang dari rumah sakit saya menyampaikan ke tante insyaAllah minggu depan saya kembali dan saya memeluk sepupu saya Nining untuk bersabar dan banyak berdoa insyaAllah tante sembuh, dan saya, om, tante dan sepupu, pamit pulang,” sambungnya.

Tiga hari kemudian Kata Hj Hijrana Wahab, pada hari Selasa 6 agustus 2024 ia dapat informasi dari pamannya di makassar jika tante (korban) sudah bisa keluar dari rumah sakit dan tantenya di Polewali menginformasikan tante sudah keluar dari rumah sakit.

“Tiga hari setelahnya tanggal 9 agustus 2024 anak menantu korban (suami Nining) mendatangi Polresta Mamuju dan membawa surat terbuka untuk meminta uang Rp100 juta sebagai ganti kerugian dan dalam surat terbuka itu saya dituduh tidak bertanggung jawab Padahal sudah ada surat perdamaian di awal yang poinnya kami sudah jalankan dan tidak ada saling memaksa kedua belah pihak, sempat saya tanyakan apakah tante masih di rumah sakit, katanya iya masih, padahal saya dapat informasi dari keluarga di makassar dan polewali bahwa tante sudah keluar dari rumah sakit,” jelasnya.

Lanjut dia menjelaskan, pada tanggal 17 September 2024 anak pertama korban menanyakan ke Hijrana soal permintaan uang sebesar Rp 100 juta tersebut.

Namun dari permintaan itu, angkanya belum ketemu mengingat kami juga akan menjalankan isi perjanjian yang telah dibuat dan menurut saya ini memerlukan mediasi keluarga karena proses pengobatan akan berkesinambungan.

“Saya juga tentunya akan aktif dalam menjenguk dan setiap menjenguk tidak mungkin saya datang dengan tangan kosong pasti saya juga akan memberi.

“Saya dan suaminya meminta mediasi keluarga karena akan dibicarakan seperti apa pemberian santunannya apakah sekali atau seterusnya atau seperti apa, tapi sampai hari ini kami belum pernah mediasi keluarga dikarenakan keluarga korban tidak mau mempertemukan kami apabila tidak memenuhi keinginan yang sudah di patok,” sambungnya.

Hj Hijrana Wahab juga sangat menyayangkan hal ini terjadi, dampak dari postingan tersebut merusak reputasi dan nama baiknya, mental dan keluarga hingga menyebut-menyebut tempat ia bekerja.

“Sebenarnya ini bukan persoalan kantor tapi persoalan pribadi, begitu banyak ujaran kebencian yang saya lihat menandai akun Instagram saya, dan sudah sangat meresahkan masyarakat, kasihan netizen yang kebanyakan ibu ibu yang tidak tau masalah akhirnya menuliskan komentar yang tidak menyenangkan bahkan menghina,” Ujar Hj Iji.

Karena itu, dia meminta kepada keluarga anak dari korban bernama Nining Ernia agar lebih bijak dalam bersosial media, karena jangan sampai ucapan dan perbuatan ada yang tersakiti, dihujat, dihina, itu akan menjadi dosa jariyah.

“Semua postingan yang viral itu adalah fitnah dan tidak benar. Saya juga merasa sangat kasihan terhadap akun-akun yang memberikan komentar negatif terhadap saya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Mamuju AKP Maulana Al Qurthubi menjelaskan awal kejadian kecelakaan itu terjadi di depan Hotel Maleo Jl Yos Sudarso yang melibatkan pengendara roda dua dan roda empat di pagi hari bulan Juli 2024 lalu.

Maulana mengatakan, pengendara mobil ini menabrak pemotor Yamaha Fino dan setelah kejadian itu pengemudi mobil langsung membawa korban ke rumah sakit Regional Sulbar.

Saat korban di bawa ke rumah sakit itu ada kendala di urusan BPJS dan diurus langsung oleh istri dari penabrak. Jadi yang diviralkan di sosial media itu istri dari sih penabrak,” ungkap Maulana saat ditemui.

Lanjut Maulana menuturkan, korban dan penabrak ini juga memiliki hubungan keluarga dekat dan sebelum viral kedua bela pihak sudah ada perjanjian damai.

“Tapi dalam kasus ini pengemudi sudah kami periksa atau prosesnya masih berjalan, sedangkan korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat,” katanya.

Menurut Maulana, ada keinginan dari keluarga korban yang tidak bisa dipenuhi oleh istri dari penabrak terkait dengan jumlah uang yang dianggap terlalu banyak dari pelaku.

“Ada jumlah uang yang diminta keluarga korban yang tidak disanggupi oleh istri dari si penabrak ini. Yah kembali lagi mungkin nilainya terlalu banyak. Sehingga itu jadi kendala sampai harus di viral kan,” ujar dia.

Maulana menyampaikan, pihak keluarga dari penabrak ini juga beberapa ingin menjenguk korban karena masih keluarga akan tetapi pihak keluarga korban tidak mengizinkan bertemu.

“Tapi kami dari piha kepolisian akan melanjutkan proses hukum yang berjalan, kami periksa juga korban untuk mengambil keterangan,” bebernya.

“Mohon doanya kami dan korban bisa bertemu dan masalah ini bisa selesai, karena kami masih keluarga dekat,” Sambungnya.(*)

Penulis : Iksan Irham

Editor : Super Aji

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day
Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS
Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen
Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar
Tak Sekadar Menjamin, Jamkrindo Mamuju Bangun Masa Depan Anak Sulbar Lewat Program TJSL
Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:49 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:04 WITA

Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:09 WITA

Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:05 WITA

Tak Sekadar Menjamin, Jamkrindo Mamuju Bangun Masa Depan Anak Sulbar Lewat Program TJSL

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WITA

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA