Suarasulbar.id, Mamuju — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat merilis data terbaru sektor pariwisata untuk periode Mei 2025. Meskipun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di daerah ini menunjukkan tren peningkatan, ironisnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara justru anjlok signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Dalam laporan resmi yang dirilis hari ini, BPS mencatat TPK Hotel Bintang di Sulawesi Barat mencapai 23,11 persen, naik 4,60 poin dari bulan April 2025 yang hanya 18,51 persen. Sementara itu, Hotel Non Bintang juga mengalami kenaikan meskipun lebih tipis, dari 19,29 persen menjadi 20,24 persen.
Namun, peningkatan okupansi kamar ini tampaknya belum mampu menahan arus wisatawan yang menurun tajam.
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara asal Sulawesi Barat tercatat hanya 365.131 perjalanan pada Mei 2025 turun drastis 22,50 persen dari April yang mencapai 471.122 perjalanan. Lebih mengkhawatirkan lagi, kunjungan wisatawan ke Sulawesi Barat juga merosot tajam sebesar 27,38 persen, dari 471.950 perjalanan pada April menjadi 342.724 perjalanan di bulan Mei.
Lama Menginap Tamu Nusantara Naik Tipis, Tamu Asing Menurun
Untuk hotel berbintang, rata-rata lama menginap tamu Nusantara naik tipis menjadi 1,24 hari, dari sebelumnya 1,22 hari. Namun, tamu asing justru menurun, dari 1,34 hari pada April menjadi hanya 1,22 hari.
Sementara itu, di hotel non-bintang, rata-rata lama menginap tamu lokal tetap stagnan di 1,04 hari, sedangkan tamu asing nihil pada bulan Mei, menurun dari 1,40 hari di bulan sebelumnya.
Tantangan Sektor Pariwisata
Tren penurunan jumlah wisatawan ini menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah. Meskipun okupansi hotel sedikit membaik, turunnya jumlah perjalanan wisata dapat berdampak langsung pada pelaku UMKM, destinasi wisata lokal, hingga sektor transportasi dan kuliner.
BPS Sulawesi Barat mengimbau agar data ini dijadikan bahan evaluasi lintas sektor, terutama dalam memperkuat strategi promosi pariwisata dan menciptakan daya tarik baru yang lebih konsisten.












