Warga Kalukku Barat dan Beru-Beru Segel Lokasi Tambang Pasir PT Jaya Pasir Andalan.

- Penulis

Selasa, 25 Februari 2025 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, SUARASULBAR.ID – Ratusan warga dari Kalukku Barat dan Desa Beru-Beru melakukan aksi penyegelan dan pengepungan di lokasi alat berat dan perlengkapan milik PT Jaya Pasir Andalan pada Selasa, 25 Februari 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap aktivitas perusahaan tambang pasir tersebut, yang mereka tolak kehadirannya di wilayah mereka.

Warga khawatir bahwa kehadiran perusahaan tambang pasir akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan memicu bencana akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan.

Masyarakat setempat telah lama menolak aktivitas tambang tersebut. Namun, pihak perusahaan terkesan mengabaikan aspirasi mereka.

Sulkarnaim, koordinator Aliansi Warga Kalukku Barat, mengatakan bahwa aktivitas yang dilakukan perusahaan merupakan bentuk ketidakpatuhan pemerintah provinsi terhadap surat rekomendasi DPRD Sulawesi Barat.

“Adanya rencana aktivitas dengan memasukkan kembali alat berat di desa Kalukku Barat itu membuktikan bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak patuh terhadap surat rekomendasi DPRD Sulbar secara kelembagaan,” ujarnya.

“Di sisi lain, hal ini juga menjadi bukti bahwa pihak perusahaan ternyata justru tidak mengindahkan surat rekomendasi DPRD Sulbar,” tambahnya.

Sulkarnaim juga menilai bahwa perusahaan tersebut seolah-olah kebal terhadap hukum.

“Surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPRD Sulbar tidak diindahkan seakan-akan kebal terhadap hukum,” ungkapnya.

Pada hari Senin kemarin, 24 Februari, alat berat perusahaan kembali masuk ke wilayah tersebut, dengan pengawalan dari anggota Polresta Mamuju. Ironisnya, masuknya alat berat ini tidak diketahui oleh pemerintah setempat.

“Ini adalah tindakan penerobosan dari PT Jaya Pasir Andalan yang memicu amarah warga. Hari ini kami mengepung alat tersebut untuk segera dipindahkan dan diangkat dari desa Kalukku Barat dan Desa Beru-Beru,” tegasnya.

Warga memberikan waktu satu minggu kepada perusahaan untuk menarik seluruh alat berat dan perlengkapan dari wilayah mereka. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, warga mengancam akan melakukan tindakan yang lebih besar. Taufiq

Berita Terkait

Sekomandi Revival Dorong Regenerasi Budaya melalui Pemberdayaan Remaja Kalumpang
Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya
Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks
Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar
Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi
Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar
Karo Pemkesra Dampingi Gubernur Sulbar Terima FKUB
Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:55 WITA

Sekomandi Revival Dorong Regenerasi Budaya melalui Pemberdayaan Remaja Kalumpang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Jumat, 25 September 2026 - 16:00 WITA

Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi

Berita Terbaru

Uncategorized

Kolaborasi dengan Warga, PT Letawa Tuntaskan Perbaikan Jalan Lariang

Senin, 12 Okt 2026 - 11:13 WITA