Suarasulbar id, Mamuju – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) berbasis perikanan dan daging yang berlokasi di Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan mangkrak dan belum mampu memberikan kontribusi ekonomi yang diharapkan bagi masyarakat setempat.
Kendala utama yang menyebabkan stagnasi operasional BUMDesma ini adalah terhambatnya akses jalan menuju bangunan fisik.
Permasalahan ini dipicu oleh adanya sengketa lahan antara pemilik lahan dengan salah seorang warga desa.
Ketua BUMDesma, Supriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya aktif mencari solusi untuk mengatasi persoalan akses jalan tersebut.
“Hingga saat ini, upaya mediasi terus kami lakukan untuk mencari jalan keluar terkait akses jalan menuju bangunan BUMDesma. Kami telah beberapa kali berdiskusi dengan pihak pemilik lahan yang menutup akses tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Rabu (14/5/2025).
Supriadi menambahkan bahwa penutupan akses jalan ini merupakan dampak dari sengketa lahan yang melibatkan pemilik lahan dan seorang warga desa.
Kondisi ini secara langsung menghambat aktivitas BUMDesma, yang sedianya diharapkan menjadi penggerak utama perekonomian di tingkat desa.
“Penutupan akses jalan ini terjadi karena adanya permasalahan sengketa lahan antara pemilik lahan dengan salah satu warga. Kami bersama Bapak Armin dan Bapak PJ (Penjabat Kepala Desa) Belang-belang terus berupaya memediasi kedua belah pihak agar permasalahan ini segera terselesaikan,” lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, BUMDesma yang beranggotakan empat desa di Kecamatan Kalukku, yaitu Desa Belang-belang, Desa Kabuloang, Desa Beru-beru, dan Desa Kalukku Barat, telah didirikan sebelum pandemi Covid-19.
Namun, hingga kini, fasilitas pengolahan produk perikanan menjadi abon dan bakso ikan tersebut belum beroperasi, menimbulkan keresahan di kalangan warga.
Ketua Karang Taruna Desa Belang-Belang, Sukardi, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi ini.
“Program BUMDesma ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan produk perikanan menjadi abon dan bakso ikan. Sangat disayangkan jika hingga kini belum beroperasi,” tuturnya kepada wartawan pada Kamis (8/25).
Sukardi menjelaskan bahwa pembangunan gedung dan pengadaan peralatan BUMDesma ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bahkan, akses jalan cor menuju lokasi BUMDesma dibangun menggunakan anggaran Desa Belang-Belang dengan perkiraan dana mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.












