10.555 Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Pelayanan Terpadu bagi Masyarakat di Sulawesi Barat

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan dasar menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan dusun. Melalui dedikasi para kader, berbagai layanan kesehatan seperti pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan ibu hamil, edukasi gizi, hingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Peran strategis kader Posyandu ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat guna terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat per Februari 2026 menunjukkan bahwa jumlah kader Posyandu yang tersebar di enam kabupaten di Sulawesi Barat mencapai 10.555 orang. Para kader ini menjadi penggerak utama kegiatan Posyandu yang melayani ibu hamil, bayi, balita, hingga kelompok masyarakat rentan.

Dari total tersebut, sebanyak 3.152 kader telah mengikuti pelatihan 25 kompetensi dasar Posyandu, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan di tingkat masyarakat.

Secara sebaran wilayah, jumlah kader Posyandu terbanyak berada di Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 2.943 kader, disusul Kabupaten Mamuju 2.294 kader, Kabupaten Majene 1.809 kader, Kabupaten Pasangkayu 1.321 kader, Kabupaten Mamasa 1.221 kader, dan Kabupaten Mamuju Tengah 967 kader.

Sementara itu, dari sisi peningkatan kualitas kader, tercatat 553 kader Posyandu di Sulawesi Barat telah mencapai minimal strata Madya, atau sekitar 5,24 persen dari total kader yang ada.

Kabupaten Pasangkayu mencatat capaian tertinggi dengan 13,93 persen kader minimal strata Madya, diikuti Polewali Mandar 6,49 persen, Mamuju 5,10 persen, Mamuju Tengah 3,93 persen, Majene 1,11 persen, dan Mamasa 0,25 persen.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan kekuatan utama dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Menurutnya, keberadaan kader tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu, tetapi juga menjadi penghubung antara layanan kesehatan dengan masyarakat di tingkat paling dekat.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan ibu dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan dan gizi,” kata dr. Nursyamsi, Jumat 13 Maret 2026.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan, pembinaan, serta penguatan kelembagaan Posyandu agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas.

“Provinsi bersama 6 Kabupaten terus berkolaborasi mendorong peningkatan jumlah kader yang terlatih dan naik strata, sehingga Posyandu tidak hanya aktif, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” tambahnya. (Rls)

Berita Terkait

Gubernur SDK temui Menteri KKP, Sulbar Peroleh Dukungan Program Strategis untuk Nelayan dan Budidaya Perikanan
DKP Sulbar Perkuat Strategi Pengembangan Industri Rumput Laut Berkelanjutan pada Forum Internasional PAIR Annual Meeting 2026
Dinas ESDM Sulbar Terima Kunjungan RRI, Jelaskan Pelaksanaan Program LHM 2026
Registrasi Kartu SIM Dengan Biometrik Berlaku, KominfoSS Sulbar Imbau Masyarakat Waspadai Modus Aktivasi Menggunakan Wajah Penjual
Pemprov Sulbar Bersama BPJS Perkuat Sinergi Layanan JKN melalui Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan
Sekda Sulbar Luruskan Isu PPPK Dirumahkan, Sebut Kebijakan WFA Berhasil Direspons Pemerintah Pusat
Kabid Minerba Terima Kunjungan BPKP RI Perwakilan Sulbar, Bahas Penguatan Tata Kelola Perizinan IUP
BPKAD Sulbar Terima Kunjungan Tim Penelitian Hibah DPPM Kemdiktisaintek Bahas Kolaborasi Human-AI dalam Kinerja Pegawai

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:31 WITA

DKP Sulbar Perkuat Strategi Pengembangan Industri Rumput Laut Berkelanjutan pada Forum Internasional PAIR Annual Meeting 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:29 WITA

Dinas ESDM Sulbar Terima Kunjungan RRI, Jelaskan Pelaksanaan Program LHM 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:23 WITA

Registrasi Kartu SIM Dengan Biometrik Berlaku, KominfoSS Sulbar Imbau Masyarakat Waspadai Modus Aktivasi Menggunakan Wajah Penjual

Senin, 20 Juli 2026 - 12:26 WITA

Pemprov Sulbar Bersama BPJS Perkuat Sinergi Layanan JKN melalui Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 11:19 WITA

Sekda Sulbar Luruskan Isu PPPK Dirumahkan, Sebut Kebijakan WFA Berhasil Direspons Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA