MAMUJU – Forum Zilenial Sulawesi Barat (Forzil Sulbar) secara resmi menyatakan dukungan terhadap pencalonan Dr. Syamsul Samad, S.IP., M.Si. sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Pengganti Antarwaktu (PAW) Provinsi Sulawesi Barat untuk sisa masa jabatan 2025–2030, menggantikan almarhum Salim S. Mengga.
Pernyataan dukungan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 01/DW-FZS/X/2026 tertanggal 26 Oktober 2026, yang ditandatangani langsung oleh Founder Forum Zilenial Sulawesi Barat, Andi Ahmad Fadhil R.AS., S.IP.
Dalam surat tersebut, Forum Zilenial Sulbar menyampaikan sejumlah pertimbangan yang mendasari dukungan terhadap Syamsul Samad. Di antaranya adalah rekam jejak, pengalaman panjang di bidang pemerintahan, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kompetensi yang dinilai mampu memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Forum Zilenial Sulbar juga menilai bahwa kehadiran Syamsul Samad sebagai Wakil Gubernur dapat memperkuat sinergi dengan Gubernur Sulawesi Barat dalam mendorong percepatan pembangunan, menjaga stabilitas pemerintahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari sekadar dukungan terhadap figur, Forzil Sulbar menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan kepemimpinan dan masa depan pemerintahan Sulawesi Barat.
“Ini bukan bentuk intervensi, tetapi bentuk kepedulian. Kami peduli terhadap siapa yang akan menjadi pemimpin Sulawesi Barat ke depan. Tentu kami juga akan mengawal agar seluruh proses pencalonan ini berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” demikian pernyataan Forum Zilenial Sulbar.
Ketua Umum Forum Zilenial Sulbar, Susan Anggraini, menjelaskan bahwa dukungan terhadap Syamsul Samad didasarkan pada pertimbangan kapasitas dan pengalaman yang dimiliki. Menurutnya, Syamsul Samad merupakan figur yang dinilai layak dan tepat untuk mendampingi Gubernur Sulawesi Barat dalam menjalankan sisa masa jabatan pemerintahan periode 2025–2030.
Senada dengan hal tersebut, Founder Forum Zilenial Sulbar, Andi Ahmad Fadhil, yang juga merupakan alumni S1 Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin, menekankan pentingnya mengedepankan pertimbangan rasional dan objektif dalam menentukan figur Wakil Gubernur PAW.
“Kak Syamsul Samad adalah figur yang paling kompeten dan memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan. Kapasitas seperti inilah yang dibutuhkan Sulawesi Barat ke depan. Kita tidak boleh menjadikan proses pencalonan Wakil Gubernur PAW ini sebagai objek emosional, tetapi harus rasional dalam melihat siapa figur yang paling kompeten dan telah terbukti memiliki pengalaman dalam menjalankan pemerintahan, terlebih ini pada skala provinsi,” ungkap Andi Ahmad Fadhil.
Ia menambahkan, posisi Wakil Gubernur memiliki peran strategis dalam membantu kepala daerah menjalankan roda pemerintahan. Oleh karena itu, proses penentuan figur pengganti harus mempertimbangkan kemampuan, pengalaman, serta pemahaman yang memadai terhadap tata kelola pemerintahan daerah.
Sebagai tindak lanjut atas pernyataan dukungan tersebut, Forum Zilenial Sulbar berencana melakukan pertemuan sekaligus menyerahkan langsung surat dukungan kepada Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, agar dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses penentuan Wakil Gubernur Sulawesi Barat melalui mekanisme PAW.
Melalui sikap tersebut, Forum Zilenial Sulbar berharap proses pengisian jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Barat dapat berjalan secara konstitusional, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan daerah.












