Suarasulbar.id, Mamuju – Pemkab Mamuju optimis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mengatasi tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Optimisme ini disampaikan Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, pada hari pertama kerja bersama Wakil Bupati, Yuki Permana, Senin 3 Maret 2025.
Dalam pertemuan dengan seluruh pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sutinah menekankan pentingnya memaksimalkan potensi sumber-sumber PAD yang belum optimal.
“Masih banyak sumber PAD yang belum maksimal. OPD terkait harus memutar otak,” kata Sutinah saat bertemu awak media.
Sebagai langkah efisiensi, Pemkab akan memangkas anggaran OPD, terutama pada sektor yang tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.
“Perjalanan dinas dikurangi 50 persen, kegiatan seremonial juga dipangkas, kecuali 17 Agustus,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab berkomitmen untuk tetap menjalankan janji kampanye terkait infrastruktur jalan dalam kota, minimal setengah dari target awal.
“Anggaran 48 miliar untuk jalan tidak turun. Dengan efisiensi, kami targetkan minimal setengahnya terealisasi,” ujarnya.
Sutinah juga mengingatkan pegawai untuk disiplin selama Ramadan dan melarang penggunaan kendaraan dinas untuk mudik. “Kantor tidak boleh kosong saat jam kerja. Pulang kampung silakan, tapi tanpa kendaraan dinas,” tegasnya.
Wakil Bupati, Yuki Permana, menambahkan bahwa pertemuan ini adalah momentum konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara kepala daerah dan ASN.
“Ini silaturahmi perdana. Kami harap kolaborasi terjalin baik untuk kemajuan Mamuju,” tuturnya.
Dengan optimalisasi PAD dan efisiensi, dia optimis mewujudkan kemandirian fiskal dan melaksanakan program pembangunan yang direncanakan.(Af/*)











