Pelatihan Dibiayai APBD, Peserta Tetap Dipungut Rp100 Ribu di Satpel Mamuju

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 19:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, Suarasulbar.id – Forum Komunikasi Pemuda Sulawesi Barat (FKPSB) melakukan audensi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sulawesi Barat, terkait adanya keluhaan peserta mengenai pengelolaan program yang ada di satpel Mamuju. 27/8/25.

Dalam pertemuan tersebut FKPSB menyampaikan berbagai aspirasi yang dikeluhkan oleh para peserta, salah satunya terkait dugaan adanya pungutan biaya tempat tinggal bagi para peserta pelatihan yang seharusnya dibiayai penuh oleh anggaran pemerintah.

Menurut Syahrul, yang juga merupakan Korlap FKPSB bahwa pungutan biaya 100 ribu per peserta untuk perlengkapan bersama tidak sesuai dengan aturan program yang dibiayai oleh APBD.

“Nihil untuk dibenarkan, dimana Kita sudah ketahui bersama, bahwa program tersebut ini sudah di gelontorkan anggaran khusus, tentunya itu menjadi pertanyaan, anggaran yang diperuntukkan tersebut untuk apa saja, sehingga kenapa ada hal seperti ini.” Ucapnya saat diwawancarai oleh beberapa wartawan.

Ia juga menambahkan bahwa para peserta dibebani untuk perlengkapan tempat tinggal, air, dan listrik.

“Peserta dibebani untuk melalukan pembayaran, yang dimana kami ketahui yaitu tempat tinggal, air dan listrik” tambahnya.

Terkait belum dibayarkannya transportasi peserta syahrul meminta agar disnaker mengambil langkah cepat agar hak para peserta cepat di salurkan.

“Kami meminta agar transportasi peserta agar disikapi secepatnya” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Provinsi Sulawesi Barat, Andi Farid Amri, membenarkan kejadian tersebut namun bukan memungut biaya kepada para peserta melainkan sukarela untuk memenuhi kebutuhan dasar para peserta pelatihan yang tinggal di satpel Mamuju, dengan kesepakatan bersama tanpa adanya paksaan didalamnya.

“Jadi hasil informasi kami ke Satpel Mamuju itu bukan di bebankan ke adik adik peserta, tetapi memang ada sukarela dari peserta untuk menambah perlengkapan perlengkapan yang ada di kamar mandi dan di kamar seperti bangku, kerang air, ember dan lain lain sebagainnya, dan itu tidak ada paksaan, itu murni sukarela” ungkap Farid

Farid menambahkan terkait pembayaran pengganti transportasi untuk para peserta, secepatnya akan dibayarkan

“Pastinya kami akan bayarkan pengganti transportasi para peserta” tutupnya

Ini diharapakan menjadi langkah awal bagi perbaikan tata kelola pelatihan berbasis kompetensi di Sulawesi Barat

Berita Terkait

Dari Kelas hingga UMKM, Celebes Education Festival 2026 Rayakan Karya dan Kreasi Sulawesi
Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu
FORKI Mamuju Borong Prestasi di Kejuaraan Karate Sulbar 2026, Raih Juara Umum III Open Tournament dan Juara I Festival
Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar
Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema
Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:28 WITA

Dari Kelas hingga UMKM, Celebes Education Festival 2026 Rayakan Karya dan Kreasi Sulawesi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:17 WITA

Apresiasi Pengabdian Guru, PT Mamuang Salurkan Insentif di Pasangkayu

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WITA

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:06 WITA

Muhammad Reza Tinjau Langsung Keluhan Warga Karema

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:52 WITA

Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar

Berita Terbaru