Ratusan Honorer Kepung Kantor Bupati Mamuju, Tagih Janji PPPK Paruh Waktu, Jika Tak Mampu, Mundur!

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 14:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, Suarasulbar.id — Ratusan tenaga honorer lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju mengepung Kantor Bupati Mamuju, Senin (5/1/2026).

Mereka mendesak agar segera diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, sesuai janji pemerintah daerah.

Aksi unjuk rasa sempat memanas ketika massa berupaya menerobos gerbang utama kantor bupati yang dijaga ketat aparat keamanan dari personel Polresta Mamuju.

Adu mulut tak terhindarkan sebelum situasi kembali dikendalikan.

Salah seorang honorer berstatus guru dalam orasinya dengan nada keras mengecam sikap Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi.

Ia bahkan secara terbuka meminta bupati melepaskan jabatannya jika tidak mampu menepati janji kepada para honorer.

“Hari ini kami hadir di sini untuk menagih janji ibu bupati. Kami meminta bupati hadir dan menemui kami semua,” teriaknya di hadapan massa aksi.

Ia menegaskan, ketidakjelasan sikap pemerintah daerah menjadi bukti ingkar janji terhadap tenaga honorer yang selama ini mengabdi.

“Kami mau jawaban tegas, iya atau tidak. Kalau iya, kapan kami dilantik. Kalau tidak, kami minta bupati mengundurkan diri karena sudah tidak mampu memimpin,” tegasnya.

Namun hingga sore hari, Bupati Mamuju enggan menemui massa aksi.

Ketidakhadiran bupati memicu kekecewaan mendalam di kalangan demonstran.

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, yang turun langsung menemui massa, menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Mamuju.

“Saya sudah berkomunikasi dengan ibu bupati. Beliau berjanji akan menemui perwakilan massa aksi sebanyak 20 orang pada besok hari,” ujar Ferdyan di hadapan demonstran.

Namun para demonstrasi menolak dan meminta untuk di hadirkan bupati Mamuju hari ini juga.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan tenaga honorer masih bertahan di sekitar Kantor Bupati Mamuju.

Mereka menuntut kejelasan nasib, khususnya bagi honorer yang telah terdata dalam database BKN dan telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, namun namanya tidak diusulkan dalam pengangkatan PPPK paruh waktu.

Penulis : Muh Taufiq hidayat

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day
Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
Ngaku Jurnalis Tribun Sulbar dan Admin Info Mamuju, Oknum Diduga Peras Warga Mamuju dengan Modus VCS
Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu
Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen
Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar
Tamparan Telak untuk BRI! Pengadilan Tinggi Sulbar Tolak Dalih Gempa, Nasabah Menang Lagi
KOMARA Guncang Kesadaran Sejarah, Mamuju Heritage Forum 2026 Jadi Tonggak Merawat Identitas Mamuju

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:49 WITA

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Mamuju Hadirkan Layanan ‘Pasporia’ di Car Free Day

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:59 WITA

Astra Agro dan Pemkab Pasangkayu Kolaborasi Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:00 WITA

Astra Agro Dorong Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Mangrove di Pasangkayu

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:04 WITA

Mau Naik Daya Listrik? Ini Saat yang Tepat, PLN Beri Diskon 50 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:09 WITA

Imigrasi Mamuju Beberkan Capaian Kinerja Semester I 2026, PNBP Tembus Rp1,44 Miliar

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA