Retret Pemprov Sulbar: BI Dorong UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah untuk Sulbar Maju

- Penulis

Minggu, 20 Juli 2025 - 17:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Eka Putra Budi Nugroho, menyampaikan pemaparan komprehensif terkait kondisi dan prospek perekonomian global, nasional, serta regional Sulbar dalam Retret Pemprov Sulbar, Sabtu, 19 Juli 2025.

Dalam pemaparannya, Eka Putra Budi Nugroho menyoroti lima pokok utama: perkembangan ekonomi global dan nasional, kondisi ekonomi serta inflasi Sulbar, stabilitas sistem keuangan daerah, potensi sektor unggulan Sulawesi Barat, serta upaya Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

Eka Putra Budi Nugroho menjelaskan bahwa meskipun ketidakpastian ekonomi global mulai mereda, tensi geopolitik dan kebijakan tarif AS masih menjadi faktor penekan. Pertumbuhan ekonomi global pada 2025 diperkirakan bertahan di angka 2,8%. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 4,87% (yoy), sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Nilai tukar rupiah menunjukkan tren penguatan, sementara kredit perbankan tetap tumbuh solid sebesar 8,88% (yoy) per April 2025. Transaksi ekonomi dan keuangan digital pun terus meningkat, menandakan kestabilan sistem pembayaran nasional,” jelas Eka Putra Budi Nugroho.

Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,83% (yoy) pada triwulan I 2025, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (6,65%) dan di bawah rata-rata nasional.

Kinerja sistem keuangan daerah pun menunjukkan tren moderat. Pertumbuhan kredit hanya mencapai 4,42%, melambat dibandingkan periode sebelumnya. Namun demikian, risiko kredit (LAR) menunjukkan perbaikan, sementara rasio LDR yang tinggi (190–200%) mengindikasikan dominasi sumber kredit dari luar daerah.

Struktur ekonomi Sulbar masih ditopang oleh sektor pertanian (39,21%) dan industri pengolahan (10,78%), dengan kelapa sawit (CPO) sebagai komoditas utama. CPO juga mendominasi ekspor Sulbar dengan kontribusi 92,32% dari total ekspor 2024.

“Potensi komoditas unggulan lainnya seperti kakao dan kopi juga sangat besar, terutama karena hampir seluruh produksinya berasal dari perkebunan rakyat, yang juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan,” ujarnya.

Bank Indonesia, lanjut Eka, terus mendorong pertumbuhan ekonomi Sulbar melalui berbagai strategi:

– Pengembangan UMKM, termasuk klaster pangan strategis dan UMKM ekspor, dengan pendekatan pull and push strategy.

– Peningkatan akses keuangan, melalui pelatihan pencatatan keuangan, database UMKM layak dibiayai, dan business matching.

– Penguatan ekonomi dan keuangan syariah, dengan tiga pilar: produk halal, literasi syariah, dan keuangan syariah.

– Perluasan merchant QRIS, yang kini mencapai 85.170 merchant tersebar di seluruh kabupaten di Sulbar, mayoritas dari sektor usaha mikro.

“Digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan sektor riil kami pandang sebagai katalisator utama dalam membangun ekonomi Sulbar yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Eka Putra Budi Nugroho.

*Sinergi untuk Sulbar yang Lebih Kuat*

Menutup paparannya, Eka menekankan pentingnya sinergi antara BI, pemerintah daerah, lembaga vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis daerah dalam mewujudkan Sulbar yang maju, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya. (Rls)

Berita Terkait

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya
Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks
Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar
Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi
Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar
Karo Pemkesra Dampingi Gubernur Sulbar Terima FKUB
Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika
Konjen Australia Pelajari Pastipadu, Suhardi Duka Harap Ada Kolaborasi Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Kadis ESDM Sulbar Dampingi Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Jumat, 25 September 2026 - 16:00 WITA

Peserta Sandeq Silumba 2026 Melonjak! Dari 55 Jadi 80 Perahu, Ketua Dewan Pengarah: Bukti Kepercayaan Passandeq Tinggi

Jumat, 25 September 2026 - 15:59 WITA

Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar

Berita Terbaru

Uncategorized

Kolaborasi dengan Warga, PT Letawa Tuntaskan Perbaikan Jalan Lariang

Senin, 12 Okt 2026 - 11:13 WITA