Warga Karossa Mateng Tunggu Hasil Kajian Dampak Pertambangan

- Penulis

Kamis, 20 Maret 2025 - 09:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id,MAMUJU TENGAH – Di tengah sorotan isu rencana pertambangan PT. Alam Sumber Rezeki yang memicu keprihatinan warga, berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Karossa bersinergi menahan diri dan menjaga stabilitas situas.

Meskipun potensi investasi dari tambang ini diyakini dapat membuka lapangan kerja, keprihatinan atas dampak lingkungan dan mata pencaharian tetap menjadi prioritas oleh penduduk setempat.

Dalam forum diskusi yang baru saja dilangsungkan di salah satu rumah Tokoh Masyarakat, bahwa mereka pada warga meminta untuk menunggu hasil evaluasi resmi dari berbagai pihak berwenang.

“Kita harus menunggu hasil evaluasi resmi. Jangan sampai emosi memecah belah kita. Kita utamakan keselamatan dan kelestarian lingkungan agar masa depan anak cucu kita terjamin,” kata salah satu Tokoh bernama Dila dalam forum tersebut.

Sementara itu, Menurut Kepala Desa Karossa Abdul Rasyid mengatakan, pihaknya sangat menghargai potensi dan ekonomi dampak dari pertambangan.

Namun, prioritas utama yang mesti diperhatikan dan dijaga ada lingkungan atau alam dan kehidupan nelayan serta petani yang sangat bergantung pada sumber daya alam.

Oleh karena itu ia mendorong kajian ilmiah dan kunjungan ke lapangan segera terlaksana, agar masalah ini bisa diselesaikan.

“Kami menghargai potensi manfaat ekonomi dari pertambangan, namun prioritas utama adalah menjaga alam dan kehidupan nelayan serta petani yang sangat bergantung pada sumber daya alam kita. Oleh karena itu, kami mendorong agar kajian ilmiah dan kunjungan lapangan segera terlaksana,” katanya.

Selain itu, seorang nelayan Arif mengaku sangat khawatir karena laut adalah satu-satunya sumber penghidupan bagi nelayan.

Sehingga jika lingkungan tercemar maka sudah dipastikan masa depan nelayan di wilayah tersebut akan suram.

“Laut kita adalah sumber hidup. Jika lingkungan tercemar, masa depan kami akan suram. Kami butuh kepastian melalui evaluasi yang objektif,” ujarnya.

Di sisi lain seorang petani bernama Budi juga berpendapat sama, ia mengatakan warga tidak menolak investasi hanya saja warga ingin transparansi dan ia meminta agar jalan tengah dari persoalan ini adalah kajian secara ilmiah.

“Kami tidak menolak investasi, namun kami menuntut transparansi. Jalan tengahnya adalah menunggu hasil kajian, baru kita putuskan apakah aman untuk memulai pertambangan,” Katanya.

Sementara itu tokoh masyarakat Joko, mengungkapkan, dirinya sepakat untuk tidak terpancing informasi yang belum jelas.

Karena semua aspirasi sudah disampaikan secara resmi. Kini hanya menunggu kepastian dari kajian yang akan dilakukan oleh DPRD Provinsi dan dinas terkai

Kemudian Perwakilan PT Alam Sumber Rezeki, Muh Syahid, menyatakan kesiapan perusahaan untuk mengikuti prosedur evaluasi yang ditetapkan.

“Kami berkomitmen untuk mendukung seluruh proses kajian. Jika hasilnya menunjukkan bahwa operasional tambang tidak akan merusak lingkungan, kami yakin potensi ekonomi yang ada bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Karossa,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kesungguhan untuk menjaga harmoni, seluruh elemen masyarakat di Karossa diimbau untuk terus bersabar dan menunggu hasil evaluasi resmi.

Komitmen bersama ini diyakini akan menghasilkan keputusan yang berpihak pada kepentingan bersama, sehingga meski potensi investasi dapat membawa manfaat, kesejahteraan lingkungan dan mata pencaharian tetap terjaga.

Semua pihak berharap proses evaluasi segera terealisasi dan memberikan kejelasan, agar situasi di Karossa tetap aman, kondusif, dan berlandaskan pada data ilmiah yang obyektif.

Berita Terkait

Praktik Jerigen di SPBU Karossa Disorot
Ketidak Patuhan Pajak Perusahaan Tambang, Pemerintah Jangan Tutup Mata!
Pelabuhan Misterius di Kambunong, Diduga Ada Kepentingan Korporasi, Pemkab Mateng Bungkam
Pembangunan Pelabuhan di Kambunong, Mateng, Proyeknya untuk Siapa?
DPRD Mateng Setujui APBD Perubahan 2025, Pemerintah Diminta Fokus ke Sektor Prioritas Sumber Artikel berjudul ” DPRD Mateng Setujui APBD Perubahan 2025, Pemerintah Diminta Fokus ke Sektor Prioritas
Anggota DPRD Pasangkayu, Terima Kunjungan DPRD Mateng
Kanwil Kemenkum Sulbar Rapat Bersama Pansus DPRD Mamuju Tengah
UPTD PPRD Mamuju Tengah Sosialisasikan Pergub Nomor 27 Tahun 2025 ke Sejumlah Perusahaan di Mateng

Berita Terkait

Senin, 17 November 2025 - 12:09 WITA

Praktik Jerigen di SPBU Karossa Disorot

Selasa, 11 November 2025 - 14:17 WITA

Ketidak Patuhan Pajak Perusahaan Tambang, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 7 November 2025 - 17:40 WITA

Pelabuhan Misterius di Kambunong, Diduga Ada Kepentingan Korporasi, Pemkab Mateng Bungkam

Selasa, 4 November 2025 - 12:50 WITA

Pembangunan Pelabuhan di Kambunong, Mateng, Proyeknya untuk Siapa?

Jumat, 31 Oktober 2025 - 21:55 WITA

DPRD Mateng Setujui APBD Perubahan 2025, Pemerintah Diminta Fokus ke Sektor Prioritas Sumber Artikel berjudul ” DPRD Mateng Setujui APBD Perubahan 2025, Pemerintah Diminta Fokus ke Sektor Prioritas

Berita Terbaru

Uncategorized

Tambang Emas Ilegal di Mamuju Terbongkar 4 Tersangka Dijerat

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:07 WITA