Suarasulbar.id,MAMASA– Kepala Desa Indobanua Dullah M di Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat membantah soal tuduhan dugaan praktek nepotisme dan penyalahgunaan wewenang jabatan yang dilayangkan terhadap dirinya.
Dullah menegaskan, tuduhan yang dirilis oleh salah satu media online dipastikan tidak benar atau fitnah.
Ia juga menepis isu soal keterlibatan keluarga menguasai struktur pemerintahan di desa yang ia pimpin.
“Semua tuduhan itu adalah fitnah bagi kami, saya sebagai kades menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan aturan,” kata Dullah dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/25).
Sehingga Dullah sangat menyayangkan atas tuduhan tersebut, terlebih lagi pihak yang memuat narasi di website media online tidak pernah mendatangi kepala desa dan mengkonfirmasi untuk keberimbangan berita.
Pihaknya merasa keberatan atas tudingan itu, apalagi harus menyebut-nyebut nama keluarganya yang seolah menyerang secara personal. Dia menegaskan sudah termasuk pencemaran nama baik.
“Kami sangat keberatan atas narasi itu, kami tidak pernah merasa didatangi ataupun dikonfirmasi,” katanya.
Di sisi lain, narasi terkait proyek desa dikelola secara eksklusif sungguh itu tidak benar adanya. Soal koordinator proyek dikelola anak kandung seperti dituduhkan itu adalah tidak benar, tidak memiliki dasar.
“Koordinator proyek bukan anak kandung pak desa, bendahara bukan anak kandung pak desa,” tegasnya.
Dullah juga menyatakan, selama ini proyek atau program fisik yang dikerjakan oleh desa selalu taat aturan, dilaksanakan secara transparan dan terbuka.
Lanjut dia, setiap program yang dijalankan pemdes selalu melibatkan masyarakat, meminta saran sebelum memulai pekerjaan. Bahkan, baru-baru ini lapangan olahraga voli di salah satu dusun baru saja diresmikan.
Kemudian, ada beberapa program saat ini direncanakan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat di desa.
“Selama ini kami terbuka ke masyarakat, kami ingin desa kami maju dan berkembang. Jadi tuduhan dan narasi yang berkembang adalah tidak benar,” pungkasnya.
Dullah pun meminta kepada siapapun warganya, baik pemuda dan tokoh masyarakat agar datang ke kantor desa jika ingin berdiskusi agar bisa sama-sama membangun desa yang lebih baik.












