Kades Tak Dikukuhkan, Banuada Ancam Guncang PMD

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, Suarasulbar.id – Suasana di Kabupaten Mamuju mulai memanas. Mantan Kepala Desa Banuada, Kecamatan Bonehau, Paipinan Tikirik, mendadak tidak masuk dalam daftar pengukuhan mantan Kades se-Kabupaten Mamuju yang digelar Bupati Mamuju, Senin (22/9/2025).

Dari 29 nama yang dikukuhkan, hanya satu yang dicoret, Paipinan Tikirik. Keputusan ini langsung memicu gelombang protes warga Desa Banuada.

“Kami masyarakat Desa Banuada tidak pernah menolak Paipinan Tikirik untuk dikukuhkan kembali. Yang menolak hanya segelintir kecil orang, bukan mewakili warga desa,” tegas Eros, tokoh pemuda Banuada, dengan nada tegas saat berbicara di awak media, Selasa (23/9/2025).

Tak sekadar kata-kata, Eros memperlihatkan bukti, selembar surat pernyataan berisi tanda tangan warga Banuada yang mendesak agar mantan Kades mereka segera dikukuhkan kembali.

“Kalau PMD tetap ngotot menolak, kami akan turunkan massa lebih besar untuk mendemo kantor PMD Mamuju,” ancamnya lantang.

Menurut Eros, alasan penolakan sangat mengada-ada. Dari pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hanya satu orang yang tak bertandatangan. Sisanya, semua mendukung penuh.

“Artinya tidak ada alasan lagi. Semua komponen masyarakat mendesak agar Paipinan Tikirik kembali menjadi Kades,” tegasnya.

Kemarahan warga semakin dipicu dengan kondisi desa yang dianggap mandek di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Kades.

“Selama dua tahun dipimpin Pj, Desa Banuada hampir dikatakan tak ada pembangunan berarti. Kami tidak mau jika bukan kades sebelumnya, kami ingin kembali dipimpin Paipinan Tikirik,” ucap Eros.

Sementara itu,  Rahim, Fungsional Ahli Muda Dinas PMD, mengaku pihaknya hanya menjalankan aturan.

“Tidak dikukuhkannya Paipinan Tikirik karena ada surat penolakan yang masuk. Tapi kami juga sudah menerima pernyataan warga yang mendukung. Semua keputusan ada di tangan pimpinan,” ujarnya singkat.

Meski begitu, warga Banuada tak tinggal diam. Surat pernyataan dukungan telah resmi mereka serahkan pula ke DPRD Mamuju. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah dan wakil rakyat. Jika tuntutan tak ditindaklanjuti, gelombang massa warga Banuada siap meledak di jantung pemerintahan Mamuju.

Berita Terkait

PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai
Inisial R Disorot, BK DPRD Sulbar Tegaskan Tak Akan Gegabah Proses Laporan
Program MBG Diduga Tercoreng Suap Rp50 Juta, Oknum Legislator Sulbar Disorot
Jalaluddin, Putra Tanah Mandar yang Disebut-sebut Layak Mengisi Kursi Wagub Sulbar
Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik
Ray Akbar, Pemblokiran ASN Bukti Kepemimpinan Gagap
KKMSB Kaltim Salurkan Bantuan kepada Penyintas Kebakaran di Kampung Tulu Polman
Residivis Lima Kali Dipenjara Perkosa Kurir di Kebun Sawit

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 05:58 WITA

PKS Resmi Usulkan Jalaluddin Syam, Perebutan Wagub Sulbar Dimulai

Rabu, 15 April 2026 - 10:13 WITA

Inisial R Disorot, BK DPRD Sulbar Tegaskan Tak Akan Gegabah Proses Laporan

Selasa, 14 April 2026 - 20:10 WITA

Program MBG Diduga Tercoreng Suap Rp50 Juta, Oknum Legislator Sulbar Disorot

Jumat, 10 April 2026 - 12:50 WITA

Jalaluddin, Putra Tanah Mandar yang Disebut-sebut Layak Mengisi Kursi Wagub Sulbar

Jumat, 10 April 2026 - 12:48 WITA

Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik

Berita Terbaru