Suarasulbar.id, Mamuju – Warga BTN Masannang 1, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dibuat ketakutan setelah rumah milik Fatir diserang dua pria mabuk bersenjata tajam, ahad dini hari (10/8/25). Aksi brutal ini melibatkan ancaman serta perusakan yang mengguncang ketenangan warga.
Serangan terjadi dalam dua gelombang. Sekitar pukul 01.00 WITA, Fatir dibangunkan anaknya karena mendengar keributan. Saat keluar, ia melihat sebuah mobil Avanza terparkir di depan rumahnya.
“Dua orang turun bawa balok, langsung mengancam pakai bahasa Makassar. Umurnya sekitar 30 tahunan. Saat itu saya telepon anak mantu saya yang polisi, supaya diusir. Saat anak saya datang, pelaku pergi sambil bawa balok dan pisau,” kata Fatir kepada Suarasulbar.id. (10/8/25)
Namun situasi belum berakhir. Sekitar pukul 02.30 WITA, pelaku kembali bersama lima remaja SMA yang diduga disandera.
Mereka memadamkan lampu rumah korban, lalu menghancurkan jendela dengan gitar dan merusak pintu dengan parang.
“Pelaku teriak-teriak minta HPnya dikembalikan, sambil acungkan parang dan balok. Ternyata mereka cari perempuan PSK yang kabur setelah ambil HP pelaku karena tidak dibayar,” ungkap Fatir.
Hanya gara-gara urusan pembayaran kepada pekerja seks komersial, dua pria mabuk ini nekat membuat ricuh di permukiman dan merusak rumah warga.
Resmob Polresta Mamuju bergerak cepat mengamankan pelaku tak lama setelah laporan diterima.
“kami berharap tidak ada lagi kejadian yang sama, keluarga saya semuanya trauma dengan insiden semalam,” tegas Fatir.
Warga berharap kepolisian tidak hanya menangkap, tetapi juga memastikan pelaku mendapat hukuman setimpal agar aksi premanisme seperti ini tak lagi mengusik tidur warga.












